LampungCorner.com,Tubaba — Menanggapi isu nasional terkait ancaman potensi gempa besar akibat zona Megathrust khususnya di Sumatera yang ramai diperbincangkan publik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengimbau warga untuk tidak panik.
Melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mirra Desthari Thiodorra, S.H., BPBD Tubaba menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana.
“Isu Megathrust ini sebenarnya sudah mencuat sejak satu tahun terakhir. Megathrust adalah zona subduksi, yaitu pertemuan dua lempeng tektonik di mana satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Pada zona ini, energi tektonik sangat besar tersimpan akibat gesekan antara lempeng, dan bila dilepaskan secara tiba-tiba, dapat menimbulkan gempa bumi sangat besar, biasanya magnitudo di atas 8 serta tsunami besar,” ujar Mirra mewakili Plt. Kepala Pelaksana BPBD Tubaba, Sadarsyah, Jumat (07/11/2025).
Terkait kemungkinan dampaknya di wilayah Tubaba, Mirra menjelaskan bahwa sebenarnya daerah Tubaba tidak termasuk kawasan rawan tsunami, meski potensi getaran akibat aktivitas Megathrust tetap bisa dirasakan.
“Wilayah Tubaba memang berada di daratan yang jauh dari laut, bukan daerah pesisir. Jadi kalau terjadi gempa besar di zona Megathrust Sumatera, bisa saja getarannya terasa, tapi tidak berdampak tsunami karena Tubaba tidak memiliki laut,” terangnya.
Lebih lanjut, Mirra menegaskan bahwa Megathrust adalah potensi, bukan prediksi yang bisa dipastikan kapan waktu terjadi.
“Bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Oleh karena itu, yang penting adalah meningkatkan kesiapsiagaan tanpa perlu panik,” tuturnya.
Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, BPBD Tubaba terus melakukan berbagai program edukasi dan sosialisasi kebencanaan, termasuk pelatihan evakuasi mandiri bagi masyarakat dalam beberapa momen.
“Salah satu bentuknya melalui SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana), Destana (Desa Tangguh Bencana), dan simulasi kebencanaan yang rutin kami lakukan setiap tahun. Semua kegiatan ini melibatkan unsur Pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, termasuk media,” jelasnya.
BPBD Tubaba berharap, dengan kesiapsiagaan dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat menghadapi setiap potensi bencana dengan tenang dan tangguh.
“Kami berharap masyarakat terus membangun budaya sadar bencana dengan tetap tenang, waspada, dan aktif mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan. Dengan kesiapsiagaan yang kuat dan kolaborasi semua pihak, diharapkan Kabupaten Tubaba dapat menjadi daerah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi setiap potensi bencana alam,” pungkasnya. (Rian)










