Harga BBM Melejit, Nelayan Menjerit: Pemerintah Jangan Mempersulit

- Jurnalis

Senin, 5 September 2022 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan di Lempasing Bandarlampung saat merapihkan jaring ikan, Senin (5/9/2022) foto: Sulaiman

Nelayan di Lempasing Bandarlampung saat merapihkan jaring ikan, Senin (5/9/2022) foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Para nelayan di Lempasing Bandarlampung menjerit, lantaran harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar turut naik.

Pasalnya pemerintah secara resmi menaikan harga BBM, seperti Pertalite dari semula Rp7.650 per liter, kini menjadi Rp10.000 ribu per liter.

Sementara Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Sedangkan, Pertamax dari Rp12.750 per liter sekarang Rp14.850.

Menanggapi kenaikan harga BBM tersebut, salah satu nelayan di Lempasing Adi mengatakan, kenaikan harga BBM semakin mempersulit dirinya dan para nelayan lainnya.

Ia mengaku, selama ini membeli bahan bakar Solar dari orang kedua, karena adanya larangan membeli solar di SPBU untuk nelayan.

Baca Juga :  Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

“Iya kita nggak boleh beli di SPBU jadi beli sama orang. Harga kemarin aja saya belinya 8 ribu perliter, bagaiman kalau harganya naik sekarang,” ujarnya Senin (5/9/2022).

Ia mengaku terpaksa membeli Solar dari orang lain dengan harga tinggi daripada tidak bisa melaut. Karena sekali berlayar ia membutuhkan sedikitnya 150 sampai 200 liter untuk keperluan lima hari di laut.

“Iya jadi orang itu udah nyetok, jadi kita terpaksa beli berapapun harganya,” kata dia.

Baca Juga :  Bekali Kalapas dan Karutan Hadapi Media Secara Profesional, Kakanwil Ditjenpas Lampung Gandeng PWI

Menurutnya, naiknya BBM ini semakin mempersulit para nelayan. Karena terkadang pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran.

“Biasanya kita tuh mengantongi satu juta rupiah, sekarang 500 ribu saja sudah. Karena belanja semakin besar, pendapatan semakin kecil,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Lutfi, ia mengatakan selama harga BBM belum naik saja ia merasa kesulitan mendapatkan bahan bakar, apalagi sekarang sudah naik.

“Pemerintah ini harus memikirkan nelayan, jangan mempersulit. Kalau emang mau naikan harga iya udah, tapi barangnya juga diperhatikan,” tandasnya. (*)

 

Red

Berita Terkait

Persiapan Lomba Pingpong di SKB Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Lapor Polisi
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Persiapan Lomba Pingpong di SKB Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Lapor Polisi

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Berita Terbaru