LampungCorner.com, MESUJI – Tepat di hari lahir Pancasila 1 Juni 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mesuji melantik dan mengambil sumpah jabatan sekaligus pembekalan kepada 105 Pengawas Kelurahan Desa (PKD) yang berlangsung tersebar di tujuh Kecamatan se-Kabupaten Mesuji, Sabtu (01/06/2024).
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji Deden Cahyono, mengatakan PKD terlantik yaitu mereka yang telah terpilih sejak dari tahapan perekrutan secara terbuka kemudian dilanjutkan melalui hasil tahapan tes seleksi wawancara oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di setiap kecamatan se-Kabupaten Mesuji.
“105 PKD terlantik dan diambil sumpah jabatannya dilaksanakan di masing-masing kecamatan, yang dipimpin langsung oleh ketua dan anggota pimpinan Panwascam. Diantaranya PKD di Kecamatan Tanjung Raya, Simpang Pematang, Way Serdang, Panca Jaya, Mesuji, Rawajitu Utara, dan Mesuji Timur,” papar Deden kepada wartawan.
Deden menjelaskan, PKD yang terbentuk saat ini merupakan mitra tugas Bawaslu dibawah naungan Panwascam, guna meningkatkan kualitas kepengawasan setiap tahapan serta pelaksanaan pada Pilkada serentak 2024, sesuai ketetapan aturan berlaku untuk mencapai jalannya pemilihan yang adil dan tertib.
Pria yang pernah menjadi Ketua E-Sport Kabupaten Mesuji ini juga berharap seluruh PKD yang dilantik dapat menjalankan tugas fungsi wewenang dan kewajiban dengan baik. Hal itu untuk menyukseskan dan menegakkan hajat demokrasi Pilkada serentak 2024 yang profesional dan bermartabat melalui asas Pemilu yang LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil).
“Pengawas pemilu merupakan tonggak demokrasi bangsa untuk mewujudkan sarana kedaulatan rakyat yang efektif, maksimal, bermutu dan berkualitas. Oleh karena itu, kami Bawaslu Mesuji berharap bagi seluruh Panwascam dan PKD yang diamanahkan dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya. Saling berkolaborasi secara aktif dan benar-benar memahami apa yang menjadi kewajiban,” harapnya.
Lebih lanjut Deden menambahkan, seluruh panitia pengawas di setiap tingkatan untuk mampu dan berupaya membangun jaringan atau hubungan kolaboratif kepada setiap lapisan elemen sebagai bentuk pengawasan partisipatif masyarakat. Kesuksesan hajat demokrasi yang sehat serta berkualitas tidak akan mampu terwujud tanpa dukungan dan kesadaran bagi setiap masyarakat.
“Mari kita awasi bersama Pemilukada 2024 ini secara masif, akuntabel, tanpa nondiskriminatif dan proporsional terbuka. Kita awasi, cegah dan tindak jika adanya pelanggaran pemilu. Agar kita dapat menentukan pemimpin yang memiliki integritas tinggi untuk masyarakat lebih baik. Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” tandasnya. (*)
Laporan: Kotan
Editor: Furkon Ari










