KemenPUPR Verifikasi Lahan Sekolah Rakyat di Tubaba, Anggaran Diperkirakan 200 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Survei dan Verifikasi Lokasi Lahan Usulan Sekolah Rakyat Tubaba

Foto : Survei dan Verifikasi Lokasi Lahan Usulan Sekolah Rakyat Tubaba

LampungCorner.com,Tubaba — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mulai memasuki tahapan krusial dalam usulan pembangunan Sekolah Rakyat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Balai Satuan Kerja (Satker) Provinsi Lampung melakukan survei dan verifikasi calon lokasi sekolah tersebut.

Survei dilakukan di lahan seluas 9,4 hektare yang berada di Tiyuh (Desa) Kantong Panaragan, wilayah Tiyuh Pulung Kencana, tepat di samping Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba, Kamis (08/01/2026).

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Bupati Tubaba Novriwan Jaya bersama jajaran OPD terkait, di antaranya Asisten II, Dinas PUPR, Perkimta, Kominfo, Dinas Sosial, BKAD, hingga Dinas Perhubungan.

Perwakilan Kementerian PUPR dari Satuan Kerja Pelaksanaan Sarana Prasarana Strategis Lampung, Pendi M.Y., mengatakan survei ini merupakan tahapan verifikasi atas usulan pembangunan Sekolah Rakyat dari Pemkab Tubaba.

“Hari ini kita melakukan survei verifikasi usulan calon Sekolah Rakyat Kabupaten Tubaba. Dari sisi kondisi lapangan dan fisik, lokasi ini sudah memenuhi syarat, baik dari akses jalan, jaringan air, kontur lahan yang relatif datar, maupun luasan lahan yang lebih dari lima hektare,” ujar Pendi kepada media.

Baca Juga :  Baznas dan Pemkab Tubaba Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang

Namun demikian, Pendi menegaskan proses penetapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat sepenuhnya berada di kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos). Saat ini, pihaknya masih menunggu kelengkapan dokumen administrasi berupa sertifikat tanah, dokumen KTR (Kesesuaian Tata Ruang), hingga KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) yang direncanakan segera disampaikan.

“Yang mengusulkan Sekolah Rakyat tidak hanya Tubaba, tetapi seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Kami hanya melaporkan hasil verifikasi teknis, sedangkan penetapan prioritas lokasi ada di Kemensos nantinya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, jika usulan disetujui, tahapan perencanaan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan. Berdasarkan linimasa sementara, proses lelang ditargetkan dimulai pada Agustus 2026 agar bangunan sudah siap menyambut tahun ajaran baru di bulan Juni tahun berikutnya.

“Untuk Lampung sendiri, saat ini sudah ada tiga lokasi yang ditetapkan, yakni Kota Baru (usulan provinsi), Sukadana Lampung Timur, dan Desa Candu, Kalianda, Lampung Selatan,” tambahnya.

Terkait anggaran, Pendi memperkirakan kebutuhan pembangunan Sekolah Rakyat minimal mencapai Rp200 miliar. Kompleks ini akan mencakup ruang kelas jenjang SD, SMP, SMA, asrama putra-putri, kantin, rumah ibadah, ruang serba guna, hingga sarana olahraga. Luasan ideal berkisar 5–10 hektare dengan target masa pembangunan sekitar 10 bulan.

Baca Juga :  55 KDKMP Tubaba Masuki Tahap Pembangunan Fisik, 39 Masih Terkendala Lahan

Sementara itu, Bupati Tubaba Novriwan Jaya menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program nasional tersebut.

“Kami support maksimal. Lahan sudah kami siapkan, dan sebelumnya kami juga telah bertemu langsung dengan Menteri Sosial. Harapan kami, di lahan seluas 9,4 hektare ini bisa sekaligus dibangun GOR dengan fasilitas penunjang berstandar nasional,” ujar Novriwan.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat sekaligus fasilitas olahraga terpadu akan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan pendidikan dan sarana publik di Tubaba, tanpa harus membangun GOR terpisah di kemudian hari.

“Kita berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Tubaba bisa segera dilaksanakan. Dan lahan di sekitar gedung Perpustakaan Daerah ini adalah lahan yang memang kita siapkan untuk program itu, karena strategis dan memenuhi apa yang menjadi ketentuan serta kebutuhan pembangunan,” pungkasnya. (Rian)

Berita Terkait

Baznas Tubaba Salurkan Modal Usaha Mikro
Teratas LTT Padi di Lampung, Tubaba Catat Produksi Padi 77 Ribu Ton, Jagung 5 Ribu Ton, Singkong 632 Ribu Ton
TPHP Targetkan Perluasan Tebu dan Sawit, serta Peremajaan Karet pada 2026
Produksi Perikanan Tubaba Naik, Konsumsi Ikan Tembus 36,5 Kg per Kapita
Kebakaran Kios di Tubaba, Baznas dan Pemda Hadir Ringankan Beban Korban
ADD Tubaba 2026 Turun, DD Masih Menunggu Kepastian PMK
Indikasi Pidana Menguat, Kejari Tubaba Tingkatkan Penanganan Kasus Revolving Sapi ke Pidsus
Bupati Tubaba Lantik 69 Pejabat, Sekda Diminta Jadi Garda Terdepan Birokrasi
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:16 WIB

Baznas Tubaba Salurkan Modal Usaha Mikro

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:05 WIB

Teratas LTT Padi di Lampung, Tubaba Catat Produksi Padi 77 Ribu Ton, Jagung 5 Ribu Ton, Singkong 632 Ribu Ton

Senin, 19 Januari 2026 - 22:07 WIB

TPHP Targetkan Perluasan Tebu dan Sawit, serta Peremajaan Karet pada 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 19:39 WIB

Produksi Perikanan Tubaba Naik, Konsumsi Ikan Tembus 36,5 Kg per Kapita

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:51 WIB

Kebakaran Kios di Tubaba, Baznas dan Pemda Hadir Ringankan Beban Korban

Berita Terbaru

LAMPUNG SELATAN

Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Kalianda Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Jan 2026 - 20:06 WIB