Koperasi Produsen RJ3 Bahas Kurikulum Sekolah Petani

- Jurnalis

Kamis, 9 September 2021 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi Koperasi Produsen RJ3. Foto: Istimewa

Rapat koordinasi Koperasi Produsen RJ3. Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Pesawaran — Koperasi Produsen Rimbun Jaya Tiga (RJ3) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengagas kurikulum sekolah petani, Rabu (8/9/2021).

Lokasinya di Graha Rimbun Jaya Tiga Jl KH Muhidin, Sidorejo, Desa Way Harong Kecamatan Waylima, Pesawaran.

Pertemuan dihadiri Klinik Koperasi Kecamatan Kedondong, Klinik Koperasi  Waylima, anggota Koperasi RJ3, serta anggota petani cabai Desa Babakan Loa –yang nantinya mengikuti program sekolah petani Koperasi RJ3.

Sekolah petani RJ3 mempunyai kurikulum dari berbagai tingkatan seperti basic, intermediate, dan advanced training.

“Tujuannya, memajukan petani dari segi maindset agar terwujud petani RJ3 yang naik kelas dan mendunia,” ujar Ketua Koperasi Produsen Rj3 Hasrat Elharun Tanjung.

Baca Juga :  LSM KPK RI Lampung Resmi Lantik Pengurus DPC Pesawaran

Ia mengatakan sekolah ini sangat penting dalam meningkatkan keterampilan petani. Contohnya mengukur PH (derajat keasaman) tanah dan lainnya.

“Karena petani di era sekarang sifatnya masih turun-temurun,” tuturnya.

Rapat menghasilkan empat poin penting.

Pertama, mendukung program kawasan agropolitan dalam program sekolah petani RJ3 untuk menghasilkan SDM yang unggul.

Kedua, membangun kerjasama dan kemitraan lintas sektoral.

Ketiga, perlu ada pemetaan potensi wilayah untuk program sekolah petani Koperasi Produsen RJ3.

Keempat, membangun terobosan inovasi produk dan pemasaran.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Netty, mengingatkan soal penyusunan kurikulum sekolah.

Baca Juga :  80 Persen Sawah Rusak Diserang Tikus, DTPH Pesawaran Berikan Obat dan Siapkan Bantuan Benih Padi

Menurutnya, harus melibatkan kelompok tani di daerah ini. Selain itu, melakukan pemetaan terobosan suatu produk terkait inovasi dan pemasaran.

Sedangkan perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung, meminta pelibatan kelompok tani. Juga, membangun kerjasama dan kemitraan lintas sektoral.

“Karena ini adalah program untuk petani, termasuk petani cabai di Babakan Loa,” tuturnya.

Salah satu petani, Kusnadi, mengaku sangat terbantu. Pengetahuan dan wawasannya bertambah dengan sekolah petani ini.

“Kami ada empat kelompok tani yang akan didelegasikan untuk sekolah petani. Setiap kelompok wajib mengirimkan 3-5 orang,” paparnya. (*)

Red

Berita Terkait

Alfan Rois Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Dorong Percepatan Program Masyarakat
Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng
Lewat GERCEP, Kecamatan Tegineneng Percepat Penanganan Warga Rentan
MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI
Kapolsek Kedondong Jalin Silaturahmi ke Ponpes Ibnu Muhtaram Tanjung Kerta Way Khilau
Penerima Manfaat Keracunan, Ketua Karang Taruna Tegineneng Minta DPRD dan Pemda Pesawaran Evaluasi SPPG Trimulyo
LSM KPK RI Lampung Resmi Lantik Pengurus DPC Pesawaran
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Alfan Rois Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Dorong Percepatan Program Masyarakat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Pendamping Sosial Apresiasi dan Dukung GERCEP Kecamatan Tegineneng

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Lewat GERCEP, Kecamatan Tegineneng Percepat Penanganan Warga Rentan

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:38 WIB

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:32 WIB

Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Kolaborasi Pertahanan Melalui Audiensi kepada Pangdam XXI/RI

Berita Terbaru