LAMPUNGCORNER.COM, Pesawaran — Koperasi Produsen Rimbun Jaya Tiga (RJ3) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengagas kurikulum sekolah petani, Rabu (8/9/2021).
Lokasinya di Graha Rimbun Jaya Tiga Jl KH Muhidin, Sidorejo, Desa Way Harong Kecamatan Waylima, Pesawaran.
Pertemuan dihadiri Klinik Koperasi Kecamatan Kedondong, Klinik Koperasi Waylima, anggota Koperasi RJ3, serta anggota petani cabai Desa Babakan Loa –yang nantinya mengikuti program sekolah petani Koperasi RJ3.
Sekolah petani RJ3 mempunyai kurikulum dari berbagai tingkatan seperti basic, intermediate, dan advanced training.
“Tujuannya, memajukan petani dari segi maindset agar terwujud petani RJ3 yang naik kelas dan mendunia,” ujar Ketua Koperasi Produsen Rj3 Hasrat Elharun Tanjung.
Ia mengatakan sekolah ini sangat penting dalam meningkatkan keterampilan petani. Contohnya mengukur PH (derajat keasaman) tanah dan lainnya.
“Karena petani di era sekarang sifatnya masih turun-temurun,” tuturnya.
Rapat menghasilkan empat poin penting.
Pertama, mendukung program kawasan agropolitan dalam program sekolah petani RJ3 untuk menghasilkan SDM yang unggul.
Kedua, membangun kerjasama dan kemitraan lintas sektoral.
Ketiga, perlu ada pemetaan potensi wilayah untuk program sekolah petani Koperasi Produsen RJ3.
Keempat, membangun terobosan inovasi produk dan pemasaran.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Netty, mengingatkan soal penyusunan kurikulum sekolah.
Menurutnya, harus melibatkan kelompok tani di daerah ini. Selain itu, melakukan pemetaan terobosan suatu produk terkait inovasi dan pemasaran.
Sedangkan perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung, meminta pelibatan kelompok tani. Juga, membangun kerjasama dan kemitraan lintas sektoral.
“Karena ini adalah program untuk petani, termasuk petani cabai di Babakan Loa,” tuturnya.
Salah satu petani, Kusnadi, mengaku sangat terbantu. Pengetahuan dan wawasannya bertambah dengan sekolah petani ini.
“Kami ada empat kelompok tani yang akan didelegasikan untuk sekolah petani. Setiap kelompok wajib mengirimkan 3-5 orang,” paparnya. (*)
Red















