Kurikulum Komputasi Bantu Anak Hadapi Industri 4.0

- Jurnalis

Minggu, 20 Februari 2022 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi digital. Foto: Shutter Stock

Ilustrasi digital. Foto: Shutter Stock

LAMPUNGCORNER.COM, Di saat pemerintah dan dunia usaha sibuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan Industri 4.0, sektor pendidikan harus memikirkan kembali bagaimana mempersiapkan generasi muda untuk menangkap peluang masa depan. Para siswa pun dipersiapkan untuk menghadapi tantangan digital agar dapat bersaing di era globalisasi industri.

Menurut Lloyd Jeeves, Manajer Pengembangan Kurikulum, Cambridge International, untuk dapat bersaing di era digital para siswa harus dilengkapi dengan keterampilan dan pola pikir yang tepat untuk membantu mereka berkembang di dunia kerja masa depan. Salah satunya dengan mengembangkan kurikulum Komputasi untuk anak-anak.

“Kurikulum Komputasi kami dirancang bagi siswa muda untuk mengembangkan keterampilan yang berkaitan dengan Industri 4.0 seperti pemrograman, pemikiran komputasi, konektivitas, dan analisis data. Kurikulum ini akan membantu mereka untuk mengenali peran ilmu komputer dalam berbagai industri, mengembangkan keterampilan ilmu komputer mereka sendiri, dan mengenali peran yang akan dijalankan oleh ilmu komputer dalam karier mereka di masa depan,” jelas LIoyd dikutip dari siaran resmi, Minggu (20/2).

Menurut Lloyd, sangatlah penting memiliki kemampuan komputasi yang kuat saat ini. Semakin dini seorang anak dapat mulai membangun dan mengembangkannya, maka semakin siap mereka untuk pembelajaran di masa depan dan dunia kerja.

“Dengan mempelajari pemikiran komputasi dan keterampilan pemrograman sejak usia dini, siswa akan dapat mengembangkan kompetensi seperti logika dan dekomposisi secara progresif, sebelum mereka harus bersaing dengan menerapkannya dalam lingkungan profesional dan kerja. Pelajar muda akan dapat bersenang-senang dengan program yang mereka buat, sambil mengembangkan pengetahuan dan keterampilan penting yang kemudian dapat diterapkan pada konteks yang semakin kompleks sepanjang pendidikan mereka dan seterusnya,” jelasnya.

Baca Juga :  MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Ia menambahkan, pengkodean dan memahami perlunya presisi juga akan membantu pelajar muda untuk memahami bagaimana segala sesuatu bekerja dan bagaimana perangkat dan mesin merespons instruksi dan input.

“Pengetahuan ini terlepas dari apakah dikembangkan di kemudian hari dalam pendidikan mereka, akan tetap membantu siswa untuk memahami hubungan antara komputer, program, dan mesin yang merupakan inti dari Industri 4.0,” tambah Lloyd.

Namun, Lloyd menyadari bahwa tidak semua siswa ingin menjadi ilmuwan komputer ketika mereka dewasa, tetapi ada banyak alasan mengapa anak muda akan mendapatkan keuntungan dari mempelajari ilmu komputer.

“Walaupun mereka tidak bercita-cita menjadi ilmuwan komputer, tetapi mereka akan bekerja dalam dunia industri 4.0 saat dewasa. Karena itu, siswa muda perlu memahami hubungan antara komputer dan dunia di sekitar mereka. Hubungan ini termasuk bagaimana teknologi diterapkan pada praktik yang ada dan berkembang, serta etika dalam pengambilan keputusan terhadap penerapan teknologi. Hubungan dan pertimbangan tersebut merupakan bagian penting dari kurikulum Komputasi,” katanya.

Sekolah pun harus mendukung siswanya untuk memahami setiap aspek Industri 4.0 dengan cara yang mudah dipahami. Memiliki akses ke komputer dan internet tidak selalu diperlukan untuk setiap pelajaran komputasi.

Lloyd mengatakan bahwa meskipun sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan Cambridge International di Indonesia memiliki akses yang baik ke komputer, banyak sekolah lain yang mungkin tidak memiliki banyak sumber daya. Namun, mereka masih dapat mengajarkan banyak aspek dari mata pelajaran tersebut kepada siswanya.

Baca Juga :  Bentuk Karakter dan Jiwa Korsa, TNI Berikan Pelatihan PBB di SMKN 3 Kotabumi

Pelajar, sambungnya, bisa mendapatkan keuntungan dari penggunaan komputer secara bersamaan. Selain itu, setelah aplikasi seperti Scratch diunduh, sebagian besar pekerjaan di layar dapat dilakukan secara offline. Komputer mini, seperti Micro:bits, yang dapat diperoleh dengan harga relatif murah juga dapat digunakan bersama di seluruh sekolah bersama dengan penggunaan komputer.

“Banyak kegiatan yang dapat dilakukan tanpa komputer, terutama dalam pemikiran komputasi, jaringan dan komunikasi, dan konten sistem komputer. Mengerjakan aktivitas ‘unplugged’ dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa. Jika guru juga dapat menunjukkan kepada siswa contoh otomatisasi di industri lokal atau memungkinkan mereka untuk mendengar langsung dari orang-orang yang bekerja di industri ini, siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana suatu hari nanti mereka dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari di tempat kerja nanti,” sambungnya.

Lebih lanjut, kata Lloyd, agar anak-anak siap menghadapi Industri 4.0 dan menghadapi tantangan serta peluang yang akan hadir di kemudian hari, sangat penting bagi kita untuk memberikan mereka pendidikan yang menyeluruh disertai landasan yang kuat. Kita juga perlu membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan komputasi mereka dan pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi digital ini secara bertanggung jawab.

“Kami berharap ini akan membantu mereka mengembangkan rasa keingintahuan dan semangat belajar yang abadi untuk membuat mereka siap bekerja di masa depan,” tutup Lloyd.

 

Red

Berita Terkait

61 Taruna Politeknik Tunas Garuda Diwisuda, Wabup Nadirsyah Berikan Tiga Pesan Penting
MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Buka Pendaftaran SMA Terbuka di 15 Kabupaten/Kota, Dibuka Hingga 13 Agustus, Bebas Usia 15-21 Tahun
LPK Jadi Gerbang, 193 Lulusan Lampung Dibekali Skill ke Jepang
Polres Lampura Gandeng Dinas Pendidikan Perkuat Pencegahan Bullying di Sekolah
Viral! Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian, Enam Bulan Dirumahkan Tanpa Surat
Bentuk Karakter dan Jiwa Korsa, TNI Berikan Pelatihan PBB di SMKN 3 Kotabumi
Sambut Murid Baru, SMPN 7 Kotabumi Gelar MPLS Ramah dengan Suasana Aman dan Bermakna
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:37 WIB

61 Taruna Politeknik Tunas Garuda Diwisuda, Wabup Nadirsyah Berikan Tiga Pesan Penting

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:38 WIB

MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:19 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Buka Pendaftaran SMA Terbuka di 15 Kabupaten/Kota, Dibuka Hingga 13 Agustus, Bebas Usia 15-21 Tahun

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:50 WIB

LPK Jadi Gerbang, 193 Lulusan Lampung Dibekali Skill ke Jepang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:42 WIB

Polres Lampura Gandeng Dinas Pendidikan Perkuat Pencegahan Bullying di Sekolah

Berita Terbaru

LC TV Story

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG karena Belum Daftar SLHS

Selasa, 8 Sep 2026 - 08:29 WIB