Laut Lampung Kembali Tercemar, Pesisir Panjang Dikepung Limbah Hitam

- Jurnalis

Rabu, 9 Maret 2022 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pencemaran laut Lampung di Pesisir Panjang Kota Bandarlampung. Foto: Istimewa

Pencemaran laut Lampung di Pesisir Panjang Kota Bandarlampung. Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Pencemaran laut kembali terjadi di Pesisir Panjang, Kota Bandarlampung. Tepatnya di RT 09 Kampung Rawa Laut Kecamatan Panjang.

Terlihat limbah menyerupai oli dan atau minyak menempel di sepanjang garis pantai, berwarna hitam, dan berbau seperti solar.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Lampung memperkirakan pencemaran terjadi sejak 4 Maret 2022. Meski, informasinya baru diketahui Rabu (8/3/2022).

Dari hasil tinjauan lapangan Walhi Lampung, pencemaran tersebut berada pada titik koordinat 5°28’50.3″S 105°19’09.8″E.

Pencemaran paling parah terjadi Selasa (7/3/2022) hingga membuat bibir pantai yang dipadati pemukiman warga terlihat hitam.

Menurut masyarakat sekitar, limbah tiba-tiba muncul di pagi hari di bibir pantai. Tidak ada yang tahu sumbernya. Tapi diperkirakan dari tengah laut.

Baca Juga :  Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara

Limbah sangat mengganggu dan merugikan nelayan sekitar yang dalam beberapa hari ini terpaksa berhenti melaut.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera melakukan upaya agar penjahat lingkungan jera.

Sebab, kejadian serupa telah terjadi tiga kali ini di laut Lampung dalam kurun waktu berturut sejak tahun 2020, 2021, dan tahun ini.

“Mirisnya, sampai saat ini belum diketahui prosesnya sudah sejauh mana karena tidak transparan proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan pemerintah,” paparnya.

Baca Juga :  Dua Ledakan Saat Kebakaran RSUD Ryacudu, Penyebab Masih Diselidiki

Ia mencontohkan pencemaran yang terjadi di tahun 2021 di perairan Teluk Lampung, Teluk Semaka, dan pantai barat Lampung dengan total material yang berhasil diangkut sebanyak 18,5 barel.

“Kasus tersebut tidak pernah di-publish oleh pemerintah dan terkesan ditutupi,” sindirnya.

Pembahasan yang dilakukan pada 8 Februari 2022 di Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta secara online, peserta hanya dari unsur pemerintah.

Sedangkan unsur non-pemerintah hanya mengundang Pengelola Tambling Wildlife Nature Conservation serta Pakar Hidrogeologi ITB dan Pakar Lingkungan ITB. (*)

Red

Berita Terkait

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
KMP Batu Mandi Terbakar Saat Menyeberang ke Merak, Penumpang Dievakuasi
Gudang Mebel di Sukadanaham Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya

Berita Terbaru

Lampungcorner.com

Karhutla Way Kambas Mereda Usai Hujan, Gubernur Pastikan Satwa Aman

Senin, 26 Okt 2026 - 18:20 WIB