LampungCorner.com, PESAWARAN – Tragedi memilukan terjadi di Desa Tegal Rejo, Margo Mulyo, Kecamatan Tegineneng, pada Kamis (12/6/2025) lalu, saat sebuah ledakan hebat mengguncang kawasan tersebut. Diduga, sumber ledakan berasal dari gudang tempat pengoplosan tabung gas elpiji.
Akibat insiden tersebut, dua pemuda, RES (19) dan GUF (23), yang merupakan warga setempat, tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Satu korban lainnya, VEL (16), menderita luka bakar serius dan masih menjalani perawatan intensif.
RES diketahui meninggal dunia di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung, sementara GUF sempat dirawat selama empat hari di RS Waldi Waluyo, Kota Metro, namun nyawanya tidak tertolong.
Ayah GUF, Suratno, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian tragis yang menimpa anaknya. “Saya tidak tahu kejadiannya seperti apa. Mungkin yang lebih tahu itu temannya Valen yang sekarang masih dirawat,” ujar Suratno dengan nada sedih.
Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Pande membenarkan adanya ledakan yang terjadi di wilayah tersebut. “Benar, ada kejadian ledakan di salah satu toko yang diduga sebagai tempat pengoplosan gas elpiji,” jelasnya saat dikonfirmasi via telepon pada Selasa (1/7/2025).
Iptu Pande menambahkan, pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran toko di kawasan Tegineneng. Setelah itu, tim langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa sejumlah saksi.
“Kami telah menerbitkan laporan polisi model D, dan untuk penanganan lebih lanjut telah didelegasikan ke Polsek Tegineneng,” ungkapnya.
Namun, lanjut Pande, pihak korban dan pemilik toko telah sepakat menyelesaikan peristiwa ini secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak melanjutkan ke jalur hukum.
“Semuanya, baik korban yang meninggal maupun yang selamat, termasuk pemilik toko, telah membuat pernyataan tidak menuntut secara hukum,” tutupnya.
Hingga kini, nilai kerugian materi akibat insiden tersebut belum dapat dipastikan. (*)
Editor: Furkon Ari















