Listrik Padam Dua Hari Lebih, Alat Elektronik Rusak dan Vaksin Membusuk di Tanggamus

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, TANGGAMUS – Warga di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari, bahkan hingga berhari-hari tanpa kejelasan.

Delapan pekon di wilayah itu merasakan dampak serius, mulai dari kerusakan alat elektronik, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga lumpuhnya pelayanan kesehatan.

Kondisi ini membuat warga geram. Mereka mengaku kecewa dengan layanan PLN yang dianggap tidak bertanggung jawab atas padamnya listrik dalam durasi yang tak wajar.

Bahkan, pemadaman sering terjadi pagi, siang, sore, hingga malam hari, saat warga paling membutuhkan listrik untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Bupati Tanggamus Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Bersinergi dengan PWI

Kepala Pekon Martanda, Sumaryono (Toni), menuturkan keresahan warganya. “Kami di sini sangat sering mati listrik, bahkan sampai dua hari penuh. Akibatnya, alat elektronik warga rusak semua,” ujarnya kesal.

Bukan hanya peralatan rumah tangga yang rusak, fasilitas kesehatan juga terkena dampaknya. Kepala UPT Kesehatan Pematang Sawa, Ailawati, SST, M.Kes., mengungkapkan, listrik yang sering padam menyebabkan kerusakan pada obat-obatan dan vaksin di Puskesmas Rawat Inap setempat.

“Obat-obatan dan vaksin yang membutuhkan pendingin rusak semua karena listrik mati berhari-hari,” tegas Ailawati.

Baca Juga :  Bupati Tanggamus Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Bersinergi dengan PWI

Ia menambahkan, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke pos pengaduan PLN, namun hingga kini belum mendapat tanggapan yang serius.

“Kami sudah mengadu agar obat-obatan bisa diselamatkan, tapi tampaknya tidak ditanggapi. Kalau ditanggapi serius, listrik tak mungkin mati selama itu,” keluhnya.

Ironisnya, saat dikonfirmasi, pihak pengaduan PLN Pematang Sawa tidak dapat dihubungi karena nomor seluler yang bersangkutan tidak aktif.

Warga kini hanya bisa berharap PLN segera bertindak, agar mereka tak terus-menerus hidup dalam kegelapan dan kerugian. (*)

Berita Terkait

Bupati Tanggamus Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Bersinergi dengan PWI
Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat
Pangdam Mayjen Kristomei Pimpin Upacara Penutupan Program TMMD di Kota Agung Barat
Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar
Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK
PWI Tanggamus dan Lapas Kotaagung Perkuat Sinergi untuk Publikasi Pembinaan Warga Binaan
50 Pengrajin dari 20 Kecamatan Ikuti Pelatihan Motif Belah Ketupat di Tanggamus
Polres Tanggamus Terapkan SKCK Full Online, Ini Caranya!
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:58 WIB

Bupati Tanggamus Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Siap Bersinergi dengan PWI

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:48 WIB

Didampingi Bupati Tanggamus, Pangdam XXI/Raden Inten Bagikan Alkes dan Sembako kepada Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:22 WIB

Pangdam Mayjen Kristomei Pimpin Upacara Penutupan Program TMMD di Kota Agung Barat

Senin, 9 Februari 2026 - 18:24 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas RI Gelar Operasi Pasar

Minggu, 23 November 2025 - 17:57 WIB

Dugaan Penyimpangan Kakon Teluk Brak, Dari Accu PLTS Hingga Proyek MCK

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi hasil AI.

LAMPUNG UTARA

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB