LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Diduga korsleting, api melalap mess pekerja Wijaya Kesuma Contractors (WKC) hingga ludes, pukul 06.10 WIB Senin (2/1/2023).
Jago merah cepat membakar karena bangunan di Jl Jenderal Suprapto Gang Kenari, Tanjungkarang Pusat, itu terbuat dari triplek dan asbes.
Kepala keamanan mess pekerja, Nurdis (60) menjelaskan, sesaat sebelum kebakaran dirinya hendak membuat kopi. Rumahnya kebetulan tak jauh dari lokasi.
Tak sengaja, ia menengok ke arah mess dan melihat asap bergumpal. Tidak lama api keluar dan mulai membakar bangunan tersebut.
“Tadinya saya kira asap karena pekerja sedang merokok. Tapi, kok asapnya banyak dan keluar dari asbes,” katanya.
Seketika dia berlari keluar rumah, mengeluarkan sepeda motor, dan berteriak memeringatkan tetangga.
Tindakannya diikuti warga lain. Kepanikan menyebar dan banyak yang mengeluarkan kendaraan karena takut api merembet ke rumah mereka.
Sebagian warga kemudian beramai-ramai melaporkan kejadian ini ke BPBD Bandarlampung.
“Berselang 20 menit dari kebakaran itu mobil pemadam kebakaran langsung datang sebanyak lima mobil,” bebernya.
Salah satu pekerja WKC, Suyanto (35), menambahkan pekerja yang menempati mess ada 10 orang.
“Tadi pada mandi bersiap untuk kerja. Handphone, STNK, dompet, tv, dan baju, semua ludes,” keluhnya.
Dia menceritakan para pekerja yang menggarap proyek hotel Grand Mercure itu kebanyakan datang dari Pulau Jawa. Baru sekitar tiga tahun ini mereka menetap di Lampung untuk bekerja.
Mess memang disediakan untuk pekerja dari luar kota. Sementara yang berdomisili di Bandarlampung langsung pulang setelah bekerja.
“Kalau yang dari Jawa nginap untuk pekerjaan finishing. Yang pulang itu orang lokal sini saja,” ujarnya. (*)
Red















