Minyak Goreng Naik karena CPO Melonjak, Cabai lantaran Distribusi Terganggu

- Jurnalis

Senin, 22 November 2021 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang di Pasar Pasir Gintung). Foto: Sulaiman

Pedagang di Pasar Pasir Gintung). Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Harga beberapa komoditi bahan pokok seperti minyak goreng dan cabai masih tinggi.

Untuk 1 liter minyak goreng Rp17 ribu dari sebelumnya Rp15 ribu.Sementara yang ukuran 2 liter Rp36 ribu dari tadinya kisaran Rp27-29 ribu.

Sementara harga cabai merah semula Rp30 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp33 ribu per kg. Untuk cabai merah keriting dari Rp24 ribu/kg menjadi Rp34 ribu/kg.

Cabai merah besar dari Rp23 ribu/kg menjadi Rp30 ribu/kg. Sementara, cabai rawit hijau dari Rp30 ribu/kg menjadi Rp33 ribu/kg

Baca Juga :  Antrean Solar Mengular, DPRD Lampung Minta Pertamina Tambah Pasokan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bandarlampung, I Kadek Sumarta, mengatakan kenaikan minyak goreng karena melonjaknya harga CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit.

Bahkan harga CPO diprediksi terus melonjak seiring peningkatan permintaan global. Pada 2021, harga patokan CPO telah menembus Rp1.250 per metrik ton dan diproyeksikan bakal lebih tinggi pada 2022.

“Itu bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh dunia. Akhirnya memengaruhi harga jual minyak goreng,” ungkapnya, Senin (22/11/2021).

Sementara, untuk kenaikan harga cabai karena distribusinya agak terganggu. Bandarlampung sendiri termasuk daerah pengimpor cabai dari Pringsewu, Lampung Timur, Lampung Tengah sampai Jawa.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

“Jadi hanya masalah distribusi, mudah-mudahan secepat mungkin harga cabai normal,” ujarnya.

Kadek juga mengatakan, beberapa bulan kemarin harga cabai jauh lebih rendah dari harga pasar. Karenanya kenaikan saat ini menjadi berkah tersendiri untuk petani.

“Dari 11 kebutuhan pokok, yang mengalami kenaikan harga hanya cabai dan minyak goreng. Untuk beras standar, telur malah turun,” kata dia. (*)

Red

Berita Terkait

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB

BREAKING NEWS

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:16 WIB

BREAKING NEWS

Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:43 WIB