LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Edy Irawan Arief membuat gebrakan mengejutkan pasca terpilih sebagai ketua DPD Partai Demokrat Lampung. Ia memberhentikan tiga Pelaksana tugas (Plt) ketua DPC Demokrat di tiga daerah.
Ketiganya Plt ketua DPC Demokrat Lampung Timur (Lamtim) Yandri Nasir, Juwita Zahra (Pringsewu), dan Zainuri (Metro).
Dalam surat tugas Nomor 001/OKK/DPD/LPG/I/2022 yang ditandatangani Edy Irawan pada 7 Januari 2022 ini disebutkan:
Memperhatikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Kongres Partai Demokrat tahun 2020 tentang Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) bahwa:
1. Ketua DPC definitif adalah ketua hasil musyawarah cabang (muscab) sesuai dengan Anggaran Dasar pada Bab VII Pasal 60 Ayat 1 tentang Ketua DPC yang berbunyi ketua DPC dipilih dan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) setelah menerima sebanyak-banyaknya tiga nama calon dari hasil keputusan muscab.
2. Plt ketua DPC menjabat maksimal satu tahun sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga pada Bab VI Pasal 82 Ayat 3 huruf C tentang Jangka Waktu Kepengurusan dan Pelaksana Tugas yang berbunyi jangka waktu Plt sebagaimana dimaksud dalam butir (2) berlaku paling lama satu tahun.
Adapun pengganti tiga Plt ketua DPC itu adalah mereka yang tadinya menjabat sekretaris. Untuk Lamtim adalah Taufik Gani, Sugeng Ariyanto (Pringsewu), dan Fahmi Anwar (Metro).
Dikonfirmasi perihal surat tersebut, Yandri membenarkan. “Iya saya sudah menerima,” singkatnya, Minggu (9/1/2022).
Juwita mengutarakan hal sama. Ia mengaku sudah menerima informasi tersebut meski belum menerima suratnya.
Dia menyatakan mengetahui informasi pemberhentian dirinya melalui sekretaris DPC, Sugeng Ariyanto.
“Saya masih di luar kota dan belum terima surat apa-apa,” ungkapnya.
Yudit –panggilan akrab Juwita, merasa kaget mendengar informasi tersebut. Karena kewenangan pemberhentian menurut dia di tangan DPP.
“Menurut saya lucu, SK beliau (Edy) belum ke luar, pelantikan belum dilaksanakan, sudah bisa pecat ketua DPC,” sesalnya.
Terpisah, Zainuri juga mengaku belum menerima surat penggantian ketua tersebut.
“Saya belum menerima suratnya, tapi sudah mendengar kabarnya,” singkatnya. (*)
Red









