Lampungcorner.Com Pringsewu – Komisi Peilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu gelar Debat Publik Pertama Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pringsewu Pemilukada serentak 2024. Acara berlangsung di Hotel Urban Style by front one Kabupaten setempat, Sabtu (02/11/2024) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Kegiatan dihadiri jajaran pengurus KPU Pringsewu, 4 kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati didampingi masing – masing Liaison Officer (LO) serta 30 orang tim pemenangan dan 9 orang dari keluarga Paslon, Forkopimda, Kesbangpol, Tokoh Akademisi, Ormas, Tokoh masyarakat dan 7 Panelis dari latarbelakang keilmuan yang berbeda.
Debat Publik pertama lebih mengangkat isu tentang Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan. Masing – masing Paslon menyampaikan visi misi program kerja serta menjawab berbagai pertanyaan yang dirumuskan oleh tim Panelis dan dilanjutkan oleh sesi tanya jawab antar Paslon yang dipandu oleh moderator acara.
Pasangan nomor urut 03 Riyanto – Umi Laila tetap fokus kepada 9 program unggulan mereka yaitu salah satunya menciptakan 3000 UMKM baru. Dari UMKM yang ada saat ini belum cukup berdasarkan bonus demografi Kabupaten Pringsewu. Sekitar 68 persen usia produktif yang ada harus mampu dicarikan solusi, kalau dibiarkan tanpa solusi akan jadi masalah dikemudian hari.
“Melihat data UMKM yang ada, sekitar 3400 UMKM aktif belum memenuhi standar, karena jumlah usia produktif lebih tinggi dari usia tidak produktif, sekitar 68 persen. Kalau tidak segera dicarikan solusinya ini akan menjadi permasalahan sosial nantinya, baik kenakalan remaja atau tindakan kriminal lainnya,” ungkapnya.
Riyanto menambahkan, dia adalah salah satu pelaku UMKM, jadi mengetahui bagaimana keluhan pelaku UMKM yang ada, khususnya yang ada di Pringsewu. Permasalahan yang ada diantaranya persoalan, akses informasi, inovasi dan packaging. Sebagai apapun produknya ketika tidak bagus packagingnya maka tidak menarik, tidak tahan lama dan tidak marktable.
“Pemerintah tidak bisa sendiri, harus menggandeng pihak tiga, misalnya Kadin, Karang Taruna dan komunitas – komunitas pengusaha yang bisa memberikan political Will. Sehingga permasalahan UMKM dan Bonus Demografi 68 persen masyarakat Pringsewu bisa tertawa,” paparnya.
Riyanto – Umi dalam menyikapi isu kelangkaan pupuk untuk petani memunculkan ide kreatif dan solutif pada Debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati yaitu membuat pupuk organik cair, dan sudah dibuktikan. Kedepan akan ada pendidikan dan pelatihan kepada Gapoktan yang ada di Kabupaten Pringsewu.
Riyanto – Umi mengajak untuk menjadikan Pringsewu bukan hanya sebuah daerah yang ditinggalkan saja, tapi jadikan sebagai rumah yang bisa dibanggakan. “Kami hadir untuk anda, dengan hati, visi dan tekad yang kuat, insyaallah kita bangun Pringsewu menjadi lebih dari sekedar tempat tinggal tetapi menjadi kebanggaan untuk kita semua. Menuju Pringsewu Makmur, wong Pringsewu pilih Nomor Telu,” pungkasnya. (Wahyu)

Jurnalis Lampungcorner.com Kabupaten Pringsewu









