Stok Sapi dan Kambing Surplus, Produksi Ayam Tubaba Masih Defisit

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Tubaba

Foto : Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Tubaba

LampungCorner.com,Tubaba— Kondisi peternakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menunjukkan kontras antara komoditas ruminansia dan unggas sepanjang 2025. Produksi daging sapi dan kambing tercatat surplus dan mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga pasokan luar daerah, sementara ayam pedaging dan ayam petelur masih mengalami defisit cukup signifikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tubaba, Dedi, didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak, Devita, mengatakan surplus ruminansia menjadi kekuatan utama sektor peternakan Tubaba saat ini.

“Untuk komoditas sapi dan kambing, produksi kita bukan hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi juga dipasok ke luar Tubaba,” ujar Devita saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Selasa (06/01/2026).

Berdasarkan data Disnakeswan, produksi atau stok daging sapi di Tubaba pada 2025 mencapai 624 ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi hanya 315,77 ton. Dengan demikian, terdapat surplus sebesar 308,23 ton. Kondisi serupa juga terjadi pada kambing, dengan produksi 210 ton per tahun dan kebutuhan konsumsi 40,86 ton, sehingga surplus mencapai 169,14 ton.

Berbeda dengan ruminansia, sektor unggas masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Produksi ayam pedaging (broiler) tercatat sebesar 1.630,87 ton per tahun, sedangkan kebutuhan konsumsi mencapai 2.247,56 ton. Artinya, terjadi defisit sekitar 616,69 ton.

Baca Juga :  Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Defisit lebih besar terjadi pada ayam petelur. Produksi telur di Tubaba baru mencapai 1.293,12 ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi menyentuh angka 2.325,87 ton. Kekurangan pasokan mencapai 1.032,75 ton per tahun.

“Kekurangan ayam daging dan telur selama ini dipenuhi dari luar daerah, seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Metro, Lampung Utara, dan beberapa kabupaten lain di Provinsi Lampung,” jelas Devita.

Menurutnya, rendahnya produksi unggas dipengaruhi sejumlah kendala. Di antaranya, minat masyarakat beternak unggas masih minim, hanya sekitar 10–15 persen. Selain itu, usaha unggas dinilai berisiko tinggi akibat penyakit, kematian ternak, fluktuasi harga, serta kondisi iklim Tubaba yang relatif panas sehingga unggas rentan stres.

“Potensi wilayah Tubaba memang lebih mendukung ternak ruminansia. Mayoritas peternak juga petani, sehingga pengelolaan pakan sapi dan kambing lebih mudah dan terintegrasi dengan sektor pertanian,” terangnya.

Untuk meningkatkan produksi ke depan, Disnakeswan Tubaba menyiapkan sejumlah program strategis. Pada sektor unggas, pemerintah daerah akan memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, serta memfasilitasi akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro bekerja sama dengan Bank Lampung.

Sementara pada sektor ruminansia, penguatan dilakukan melalui pelayanan ternak terpadu di 60 Tiyuh (Desa), meliputi edukasi, sosialisasi, dan bimbingan teknis pengelolaan pakan, kesehatan hewan, serta manajemen usaha ternak. Selain itu, Disnakeswan juga menyiapkan program Inseminasi Buatan (IB) kambing dengan rencana pengadaan 12.500 straw jenis Boer dan Peranakan Etawa (PE) pada triwulan pertama 2026 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

“Untuk 2026 ini, program IB difokuskan pada kambing. Tahun sebelumnya kami sudah menyalurkan 38.710 dosis straw, terdiri dari sapi dan kambing,” kata Devita.

Untuk target 2026, Disnakeswan menargetkan penambahan produksi ruminansia sebesar 392,67 ton, dengan peningkatan produksi daging sapi sebesar 2 persen dan daging kambing 6 persen. Sementara untuk unggas, produksi ayam pedaging ditargetkan mencapai 1.715,3 ton, dan ayam petelur ditargetkan naik sekitar 1,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Secara umum, Tubaba sangat potensi menjadi lumbung ternak terutama ternak ruminansia di Lampung. Pemerintah daerah pun menjadikan pengembangan sapi dan kambing sebagai program prioritas, sejalan dengan potensi wilayah dan arah kebijakan kepala daerah untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan. Oleh karenanya, kita optimis dan akan terus meningkatkan sektor peternakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Rian)

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru