LampungCorner.com,Tubaba – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian berbagai penyakit menular di wilayahnya.
Hingga Oktober 2025, tercatat sejumlah kasus penyakit masih menjadi perhatian, dengan tren peningkatan pada TBC dan penurunan signifikan pada DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, melalui Sekretaris Eka Riana, saat dikonfirmasi Rabu (08/10/2025), memaparkan bahwa pada tahun 2025 ini pihaknya mencatat ada 479 kasus penyakit Tuberkulosis (TBC), 455 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 kasus Malaria, serta 127 orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) yang masih dalam perawatan se Kabupaten Tubaba.
“Untuk penyakit TBC, persentase kasus pada tahun 2024 tercatat sebesar 54 persen, dan pada tahun 2025 hingga Oktober ini naik menjadi 56 persen. Ada peningkatan sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya, dengan total pasien meninggal dunia tercatat 7 orang,” jelas Eka.
Menurutnya, Dinkes bersama seluruh Puskesmas di Tubaba terus gencar melakukan berbagai upaya penanganan. Di antaranya melalui skrining TBC lewat investigasi kontak, yang bertujuan mendeteksi sejak dini pasien yang tertular agar segera mendapatkan pengobatan hingga sembuh. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi ke masyarakat dan sekolah-sekolah, serta pemberian terapi pencegahan bagi kontak serumah pasien positif TBC.
Sementara itu, tren berbeda justru terjadi pada kasus DBD. Dari 722 kasus pada tahun 2024, jumlahnya menurun menjadi 455 kasus hingga September 2025.
“Penurunan ini tentu menjadi kabar baik, dan merupakan hasil kerja bersama petugas kesehatan, pemerintah Tiyuh (Desa), serta masyarakat yang semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan,” terangnya.
Untuk Malaria, lanjut Eka, Tubaba sejak tahun 2014 telah dinyatakan sebagai daerah eliminasi Malaria. Namun, pada 2025 ini ditemukan dua kasus yang dikategorikan sebagai kasus impor, karena pasien positif berasal dari luar daerah.
“Sedangkan untuk HIV/AIDS, Dinkes Tubaba terus melakukan pendampingan dan pengobatan melalui klinik PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan). Tahun ini, terdapat 127 ODHIV yang menjalani pengobatan aktif. Angka ini merupakan akumulasi dari temuan kasus pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, dari 127 itu, tercatat 2 pasien telah meninggal dunia,” ungkapnya.
Olehnya karenanya, Eka Riana menegaskan, Dinkes Tubaba akan terus memperkuat program promotif dan preventif dengan melibatkan lintas sektor serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga pola hidup sehat, aktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mendukung pengobatan bagi yang sedang menjalani terapi,” pungkasnya. (Rian)










