LampungCorner.com,Tubaba — Tiga pelajar asal Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), berhasil mengharumkan nama daerah di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Lampung tahun 2025.
Dari delapan peserta yang mewakili Tubaba, tiga diantaranya sukses meraih gelar juara dan juara harapan.
Adapun ke tiga pelajar itu adalah Andre Darmawan dari SMP Negeri 2 Tulang Bawang Barat yang meraih Juara 3 kategori putra lomba Menulis Aksara Lampung, Marsella Putri dari SMP Karya Bhakti Tubaba yang menyabet Juara Harapan 3 kategori putri lomba Komedi Tunggal, serta Alya Azizah dari SMP Qur’an Terpadu Tubaba yang berhasil memperoleh Juara Harapan 3 kategori putri lomba Menulis Aksara Lampung.
Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tubaba, Rodianto, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi tersebut. Ia mengatakan, seluruh peserta telah menunjukkan semangat luar biasa selama mengikuti lomba FTBI jenjang SMP yang berlangsung di Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) pada 29–30 Oktober 2025.
“Kami dari Disdikbud mengucapkan selamat kepada peserta lomba dari Tubaba yang telah menapak ke FTBI. Alhamdulillah, tiga peserta berhasil meraih juara dan juara harapan. Prestasi ini tidak mudah dicapai dan perlu terus ditingkatkan melalui latihan serta pembinaan berkelanjutan di sekolah,” ujar Rodianto, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus berprestasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.
“Semua peserta FTBI kemarin adalah pelajar terbaik dari Tubaba. Mereka bukan sekadar peserta lomba, tetapi penjaga warisan leluhur yang membawa misi besar melestarikan Bahasa Daerah Lampung di tengah derasnya arus zaman,” terangnya.
Rodianto juga menegaskan bahwa Disdikbud Tubaba akan terus memberikan pembinaan bagi pelajar berbakat di berbagai bidang, baik seni, olahraga, maupun sains.
“Menang kalah itu biasa. Yang terpenting, bawa nama baik Kabupaten Tubaba dan jadilah pelajar yang membanggakan, bukan hanya karena prestasi, tapi juga karena perilaku atau karakter,” tuturnya.
Sementara itu, Desmala, guru pendamping sekaligus pelatih peserta FTBI, menjelaskan bahwa kegiatan FTBI merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang digagas BBPL dan diikuti ratusan peserta dari 15 Kabupaten/kota se Lampung.
“FTBI ini bukan sekadar lomba bahasa, tetapi wadah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Bahasa Lampung di kalangan generasi muda. Semoga kedepannya prestasi ini dapat terus kita tingkatkan sekaligus melestarikan warisan budaya,” pungkasnya. (Rian)
















