LAMPUNGCORNER.COM, Lampung selatan — Pak, tolong jembatan gantung ini cepat diperbaiki ya. Kalau tidak, kami takut kecemplung.
Begitulah harapan anak-anak sekolah yang tinggal di RT. 2 Dusun 8 Sukajadi, Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).
Kini jembatan yang terbuat dari kawat seling dengan lantai bambu, kondisinya sangat memprihatinkan. Sehingga puluhan anak-anak yang melewati jembatan harus berhati-hati.
Dari informasi papan pengumuman di atas jembatan. Jembatan gantung tersebut dibangun tahun 2017 oleh Tactikal Rescui Indonesia.
Asmana (45) warga sekitar mengaku, jembatan gantung dibangun atas inisiatif Kepala Sekolah Dasar Negeri yang saat itu bertugas di Desa Bandar Dalam. Namun ia lupa namanya, karena sudah lama sekali jembatan gantung tersebut dibangun.
“Jembatan ini akses utama untuk anak pulang-pergi ke sekolah dan juga warga yang hendak ke kebun,” ujar Asmana, Jumat (25/11/2022).
Sebelum ada jembatan gantung, anak-anak sekolah harus memutar melewati Dusun tetangga yang jaraknya cukup jauh. Apalagi saat terjadi banjir, praktis tidak bisa dilewati hingga dua hari.
“Ada jalan lain, tetapi cukup jauh jaraknya. Untung aja ada jembatan ini yang sekarang sudah tidak layak dilalui,” imbuh Asmana.
Pendi (40) yang kebetulan melihat dari dekat kondiri jembatan mengaku tidak berani lewat. Padahal ia sudah berpegangan kawat seling dengan kuat.
“Takut saya, nggak berani kalau harus melanjutkan sampai ujung. Takut kecemplung di sungai yang dibawahnya batu-batu,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas Desa Bandar Dalam, Bripka Ardi Mulyadi mengaku miris melihat jembatan gantung dengan kondisi lantai bambu yang sudah lapuk.
Bersama Babinsa Sertu Heri Indarto dan warga, ia berencana mengganti lantai jembatan yang lapuk dengan bambu yang baru ditebang.
“Sudah kita bahas dengan warga agar gotong-royong memperbaiki jembatan. Kasihan juga anak-anak kalau harus dipaksakan lewat jembatan rusak,” kata Ardi. (*)
Red















