Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan duka mendalam atas peristiwa banjir yang melanda Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026).
Bencana Banjir tersebut dilaporkan menelan dua korban jiwa, masyarakat setempat di Kota Bandar Lampung.
Mirza mengatakan pemerintah daerah saat ini terus berupaya melakukan penanganan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Kami sangat menyayangkan peristiwa bencana banjir kemarin,” ujar Mirza, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang turun secara mendadak menjadi salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah.
Selain itu, jebolnya tanggul di wilayah Way Galih, Kabupaten Lampung Selatan, juga memperparah kondisi banjir.
Mirza menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung dalam upaya penanganan banjir.
Ia juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah selama setahun terakhir dalam mengatasi persoalan banjir di sejumlah wilayah.
“Kita harus menghargai kerja wali kota dan bupati selama satu tahun ini. Memang belum selesai sepenuhnya, tetapi sudah banyak perubahan yang dilakukan,” katanya.
Gubernur Mirza mencontohkan kondisi banjir yang sebelumnya kerap terjadi di beberapa wilayah pesisir bandar lampung seperti Panjang dan Kaliawi.
Menurutnya, pada tahun ini sejumlah wilayah tersebut sudah mengalami perbaikan kondisi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau kita ingat tahun lalu di Panjang bisa terendam sampai tiga hari, di Kaliawi juga terendam. Alhamdulillah tahun ini tidak terjadi lagi seperti itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa diselesaikan secara instan karena berkaitan dengan banyak faktor, termasuk kondisi geografis dan aliran sungai yang melintasi beberapa wilayah.
Meski demikian, Mirza memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap.
“Saya memonitor sampai jam dua pagi. Bupati dan wali kota juga turun langsung ke lapangan untuk menangani kondisi tersebut,” katanya.
Mirza berharap kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait dapat terus diperkuat agar penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih optimal ke depan. (*)









