Waspada! Enam Hewan Ternak di Tubaba Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

- Jurnalis

Kamis, 19 Mei 2022 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disnakeswan Tubaba, Nazaruddin. Foto Istimewa

Kepala Disnakeswan Tubaba, Nazaruddin. Foto Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Tulangbawang Barat — Para peternak di Lampung, khususnya Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) harus waspada. Sebab, penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah merambah di kabupaten tersebut.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tubaba mencatat hingga saat ini, ada enam ekor hewan ternak di kabupaten tersebut terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Disnakeswan juga sudah memberikan pengobatan dengan memberi vitamin terhadap hewan untuk menjaga daya tahan tubuh, serta memberikan antibiotik untuk penyembuhan luka.

“Saat ini hewan ternak tersebut masih dalam tahap pemulihan,” ujar Kepala Disnakeswan Tubaba Nazaruddin, Rabu (18/5/2022).

Ia menjelaskan, PMK disebabkan virus yang menyerang hewan berkuku belah terutama hewan ternak Ruminansia, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, serta babi.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Menurutnya, jika suatu daerah ada hewan ternak yang terkena PMK, maka hewan di seputaran ternak tersebut tidak boleh ada mobilisasi, baik dari luar daerah ke daerah yang terkena PMK, maupun sebaliknya.

Kemudian, bila terdapat hewan yang terkena PMK, harus diisolasi dan dipisahkan dengan hewan ternak yang sehat, agar tidak tertular. Sampai hewan ternak di daerah tersebut dinyatakan seratus persen sembuh.

Sementara, untuk ciri-ciri PMK adalah nafsu makan berkurang, fisik hewan menjadi lemah, suhu tubuh tinggi dan yang menjadi ciri khasnya, pada hewan yang terjangkit penyakit menular itu, pada mulut dan lidahnya terdapat bintik-bintik merah seperti sariawan yang menyebabkan nafsu makan menurun.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

“Lalu, pada sela-sela kukunya terdapat luka-luka. Tingkat keparahan tertinggi, kuku bisa copot,” jelasnya.

Ia menambahkan, PMK ini sudah lama sekali ada. Terutama di Pulau Jawa dan saat ini muncul lagi.

“Karenanya, kita harus waspada!” ingatnya.

Untuk penyembuhannya sendiri, imbuh Nazar, harus menggunakan vaksin, karena untuk di Indonesia vaksin tersebut sudah tidak ada lantaran sudah lama wabah PMK tidak ada di Indonesia.

“Saya berharap kebersihan kandang terus dijaga kemudian tidak membeli ternak yang berasal dari luar daerah, terutama dari Jawa Timur yang merupakan daerah terjangkit penyakit tersebut,” imbaunya.(*)

Red

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 108 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru