3 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Ancaman Resesi Dunia

- Jurnalis

Jumat, 21 Oktober 2022 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi. Foto: Istimewa

Presiden Jokowi. Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM, Jakarta — Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin memasuki usai 3 tahun sejak dilantik pada 20 Oktober 2019.

Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi ini diterpa banyak ujian mulai dari pandemi Covid 19 pada awal tahun 2020 hingga guncangan ekonomi akibat eskalasi ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Namun, dengan tangan dinginnya Presiden Jokowi berhasil melewati badai cobaan mulai dari kesehatan hingga ekonomi Indonesia terus mengalami tren positif di tengah negara-negara lain mengalami krisis.

Direktur Eksekutif Segara Institut, Piter Abdullah mengatakan kondisi Indonesia masih cukup baik dan diyakini mampu bertahan menghadapi resesi global.

Menurutnya kondisi Indonesia berbeda dengan negara-negara yang terlalu bertumpu kepada ekspor. Ekonomi Indonesia lebih bertumpu kepada konsumsi domestik yang diperkirakan akan membaik seiring meredanya pandemi. Selain itu, ekonomi Indonesia akan terbantu dengan tingginya harga komoditi.

Meskipun resesi global kata Piter akan menahan atau bahkan menurunkan harga komoditi, tetapi tidak membuat harga komoditi jatuh. Kalaupun Indonesia terdampak oleh resesi global.

Ia memperkirakan hanya membuat pertumbuhan ekonomi melambat tidak bisa mencapai target di atas 5 persen.

Baca Juga :  Jamaah Muslimin (Hizbullah) Tetapkan Idul Fitri Jatuh 20 Maret 2026

“Itu skenario buruknya. Scenario terbaiknya kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen,” kata Piter dalam keterangannya, Jumat, (21/10/2022).

Ekonomi Indonesia tetap tangguh dibanding negara lain. Seperti yang dikutip dari keterangan dari Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang mengatakan, bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia.

Menurut Piter, apa yang disampaikan pemerintah dan juga International Monetary Fund (IMF) bahwa perekonomian Indonesia akan menjadi salah satu yang mampu tumbuh positif bukan sebuah bualan.

“Pemerintah memang harus memberikan warning tetapi pemerintah juga harus selalu optimis secara terukur,” tuntasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Moeldoko menjelaskan pemerintah berhasil menjaga distribusi, ketersediaan, keterjangkauan pangan, dan daya beli masyarakat sehingga ekonomi terus tumbuh dan inflasi terkendali. Di mana pada kuartal dua ekonomi tumbuh 5,44 persen (year on year), dengan inflasi inti sebesar 3,04 persen (year on year).

Moeldoko menjelaskan Presiden Jokowi memberikan dukungan besar terhadap pelaku UMKM untuk memperkuat fondasi perekonomian.

Dukungan itu berupa akses terhadap pembiayaan, peningkatan pangsa kredit, peningkatan plafon KUR, dan transformasi digital.

“Dari target tiga puluh juta pada dua ribu dua puluh empat, saat ini sudah sembilan belas juta lebih UMKM yang sudah terdigitalisasi,” jelas Moeldoko.

Baca Juga :  Hari Kebebasan Pers 2026, Menkomdigi Tegaskan Akurasi Adalah Harga Mati

Moeldoko juga menyampaikan telah terjadi perbaikan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di tiga tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Per 22 Maret, angka kemiskinan turun menjadi 9,54 atau 26,16 juta orang, dari sebelumnya 9.71. Sedangkan kemiskinan ekstrem, per 21 September, turun 3,79 atau 1,38 juta orang dari sebelumnya 4.

“Begitu juga dengan angka prevalensi stunting. Pada dua ribu sembilan belas sebanyak dua puluh delapan, tahun ini turun menjadi dua puluh satu,” bebernya.

Lanjut Moeldoko pemerintah juga akan terus mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), melalui percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di lingkungan pemerintah, reboisasi, dan membangun pusat-pusat persemaian.

Lebih lanjut Moeldoko juga menyampaikan dibawah kepmimpinan Presiden Jokowi, peran Indonesia di kancah Internasional mampu menyelenggarakan event-event internasional meski sedang menghadapi pandemi dan krisis, seperti MotoGP, World Superbike, ASEAN Para Games, dan Presidensi G20.

“Indonesia juga menunjukkan perannya dalam mewujudkan perdamaian dunia, dengan kunjungan presiden ke Rusia dan Ukraina,” tuntas Moeldoko. (*)

Berita Terkait

Sekdaprov Marindo Ikuti Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Mendikdasmen RI
Dorong Percepatan Program Sosial dan Pendidikan di Lampura, Bupati Hamartoni Temui Mensos
Hari Kebebasan Pers 2026, Menkomdigi Tegaskan Akurasi Adalah Harga Mati
Gubernur Mirza Dorong Sinergi Antar Partai Politik, Perkuat Ketahanan Pangan di Lampung
Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Zulhas, Acara Rembuk Tani di Lampung Selatan
Gelar Diskusi Olahraga, PWI Lampung Matangkan Kesiapan Porwanas 2027
Transformasi Digital Kemenag, Akses Informasi Publik Makin Mudah
Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:19 WIB

Sekdaprov Marindo Ikuti Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Mendikdasmen RI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:38 WIB

Dorong Percepatan Program Sosial dan Pendidikan di Lampura, Bupati Hamartoni Temui Mensos

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:20 WIB

Hari Kebebasan Pers 2026, Menkomdigi Tegaskan Akurasi Adalah Harga Mati

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:13 WIB

Gubernur Mirza Dorong Sinergi Antar Partai Politik, Perkuat Ketahanan Pangan di Lampung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Zulhas, Acara Rembuk Tani di Lampung Selatan

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:21 WIB

BANDAR LAMPUNG

Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB