Ini Bahaya Sindrom Capgras Langka Akibat Ganja

- Jurnalis

Selasa, 1 Maret 2022 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutter Stock

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutter Stock

LAMPUNGCORNER.COM, Pria berusia 28 tahun di Kolombia mengalami gangguan aneh. Dia tiba-tiba paranoid, mencurigai semua orang yang ada di lingkungannya, termasuk keluarga dan tetangganya. Padahal, si pria ini tidak punya riwayat sakit jiwa.

“Seorang pasien pria berusia 28 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit kejiwaan dibawa polisi ke rumah sakit jiwa setelah berupaya melakukan percobaan pembunuhan pada tetangganya, tapi gagal,” catat para peneliti dalam laporan kasus yang terbit di jurnal Cureus.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa si pria percaya orang tua yang menemaninya saat ini adalah penipu, sementara yang asli telah dibunuh beberapa waktu lalu oleh orang-orang yang ada di dekatnya. Inilah yang menyebabkan si pria ingin membunuh tetangga dan keluarganya karena menganggap mereka adalah penipu.

Sementara berdasarkan pemeriksaan jiwa ditemukan fakta bahwa si pria mengidap gangguan kejiwaan langka yang disebut sindrom Capgras. Hanya 250 kasus yang pernah tercatat terkait gangguan sindrom Capgras, di mana sebagian besar pasien didiagnosis skizofrenia, demensia, dan kondisi neuropsikiatri lainnya.

Anehnya, dalam kasus kali ini pasien tidak memiliki riwayat gangguan jiwa. Sebaliknya, sindrom Capgras yang dia alami diakibatkan oleh cannabinoid, zat yang terkandung dalam ganja. Usut punya usut, si pria ternyata memang telah menggunakan ganja selama kurang lebih 8 tahun

“Hubungan Sindrom Capgras dengan ganja merupakan pemicu yang jarang terjadi, hanya ada tujuh kasus dalam literatur,” tulis laporan kasus tersebut. “Oleh karena itu, wajib untuk menyingkirkan terlebih dahulu bahan organik (ganja) dan obat-obatan lainnya yang dapat memicu gangguan.”

Paranoid bukan satu-satunya gejala sindrom capgras, penyakit ini juga bisa menyebabkan penderitanya disosiasi, halusinasi, dan mengalami masalah neuropsikiatri.

Sulit untuk percaya dan membayangkan betapa menyedihkannya seseorang yang Anda cintai telah ‘diganti’ oleh ‘kembarannya’,”

– Joni E. Johnston psikolog klinis dan forensik –

Beruntung, si pria berakhir bahagia. Setelah dua bulan menjalani perawatan, pasien mulai mengalami perubahan, bahkan gangguan sindrom Capgras-nya hilang. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengungkap lebih detail tentang gangguan sindrom Capgras.

 

Red

Berita Terkait

Jangan Tertipu! Begini Cara Membedakan Video Asli dan Video AI
Bukan Meteor, OAIL Sebut Puing-puing Roket China Terbakar hingga Melintasi Lampung
Apa Itu Black Box, dan Kenapa Diburu Setiap Kecelakaan Pesawat?  
NFT Segera Hadir di Instagram, Ini Kata Zuckerberg
Cara Cleaning Printer Epson L120 agar Hasil Cetakan Tak Bergaris  
Cara Baca Pesan WhatsApp Tanpa Ketahuan Online  
Telkomsel Gelar 5G di Bandara Soekarno-Hatta  
Spesies Baru Nenek Moyang Gurita Ditemukan
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:45 WIB

Jangan Tertipu! Begini Cara Membedakan Video Asli dan Video AI

Senin, 1 Agustus 2022 - 12:43 WIB

Bukan Meteor, OAIL Sebut Puing-puing Roket China Terbakar hingga Melintasi Lampung

Kamis, 24 Maret 2022 - 18:36 WIB

Apa Itu Black Box, dan Kenapa Diburu Setiap Kecelakaan Pesawat?  

Kamis, 17 Maret 2022 - 19:39 WIB

NFT Segera Hadir di Instagram, Ini Kata Zuckerberg

Rabu, 16 Maret 2022 - 10:13 WIB

Cara Cleaning Printer Epson L120 agar Hasil Cetakan Tak Bergaris  

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:21 WIB

BANDAR LAMPUNG

Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB