Informasi Seputar Imunisasi Rotavirus yang Perlu Diketahui Orang Tua

- Jurnalis

Senin, 4 April 2022 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang bidan menyiapkan suntikan mengadakan imunisasi. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Seorang bidan menyiapkan suntikan mengadakan imunisasi. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

LAMPUNGCORNER.COM, Dari tahun ke tahun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selalu memberikan rekomendasi imunisasi yang perlu diberikan pada bayi. Salah satunya adalah imunisasi rotavirus.

Apa itu imunisasi rotavirus? Apa saja yang perlu diketahui orang tua tentang imunisasi tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms.

Apa itu Imunisasi Rotavirus?

Mengutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention, rotavirus adalah virus yang dapat menyebabkan diare, muntah, demam, dan sakit perut. Anak-anak yang terkena virus ini juga akan mengalami dehidrasi dan butuh penanganan lebih lanjut.

Imunisasi rotavirus telah teruji secara klinis dan terbukti aman untuk bayi. Sembilan dari sepuluh anak yang mendapatkan vaksin terlindungi dari penyakit yang disebabkan oleh rotavirus. Selain itu, jumlah anak yang dirawat inap akibat diare juga cenderung rendah berkat imunisasi ini.

Baca Juga :  Wagub Jihan Kunjungi Pasien Kanker di RSUDAM, Dorong Peningkatan Layanan Radioterapi

Usia Berapa Bayi Diberi Imunisasi Rotavirus?

Mengutip dari laman IDAI, ada dua jenis imunisasi rotavirus yang bisa diberikan pada bayi. Adapun aturannya adalah sebagai berikut:

  1. Rotateq, diberikan sebanyak tiga dosis
  • Dosis pertama diberikan pada bayi usia 6-14 minggu
  • Dosis kedua diberikan 4-8 minggu setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga diberikan maksimal sampai bayi berusia 8 bulan
  1. Rotarix, diberikan sebanyak dua dosis
  • Dosis pertama diberikan pada bayi usia 10 minggu
  • Dosis kedua diberikan pada bayi usia 14 minggu atau maksimal sampai usia 6 bulan.

Apabila bayi belum mendapat imunisasi rotavirus pada usia lebih dari 8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

Siapa yang Tidak Boleh Mendapat Imunisasi Rotavirus?

Mengutip dari CDC, bayi tidak boleh mendapat imunisasi rotavirus jika berada dalam kondisi berikut:

  1. Muncul reaksi alergi dari dosis sebelumnya
  2. Terdapat alergi terhadap komponen apapun dari imunisasi rotavirus
  3. Memiliki riwayat severe combined immunodeficiency (SCID), yaitu kondisi sistem kekebalan tubuh tak dapat melawan infeksi
  4. Mengalami penyumbatan usus yang disebut intususepsi
Baca Juga :  Wagub Jihan Tegaskan Lampung Antisipasi Penyebaran Virus Campak

Jika bayi sedang sakit, bisa menunggu sampai sembuh untuk mendapatkan imunisasi.

Efek Samping Imunisasi Rotavirus

Imunisasi rotavirus memiliki efek samping yang berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Namun, hal itu biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Efek samping imunisasi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu masalah ringan dan serius. Efek samping ringan berupa diare ringan dan muntah-muntah dalam waktu singkat. Sementara itu, efek samping serius berupa intususepsi dan butuh dirawat inap. Namun, risiko ini hanya terjadi pada 1 dari 20 – 100 ribu bayi.

 

Red

Berita Terkait

HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada
DPRD Dalami Kelalaian Medis RSIA Puri Betik Hati, Panggil Direktur dan Dinkes Lampung
Tekan Risiko Komplikasi, Pemeriksaan Rutin Prolanis Digelar di Puskesmas Kotabumi II
Darurat Kasus Suspek Campak Capai 591, Pemprov Lampung Kebut Vaksinasi dan Sosialisasi
Soroti 591 Kasus Suspek Campak, Anggota Komisi V DPRD Minta Dinkes Lampung Jemput Bola
Pemprov Lampung Distribusikan 100 Ribu Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak
Wagub Jihan Kunjungi Pasien Kanker di RSUDAM, Dorong Peningkatan Layanan Radioterapi
Wagub Jihan Tegaskan Lampung Antisipasi Penyebaran Virus Campak
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:34 WIB

HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada

Senin, 13 April 2026 - 21:34 WIB

DPRD Dalami Kelalaian Medis RSIA Puri Betik Hati, Panggil Direktur dan Dinkes Lampung

Jumat, 10 April 2026 - 09:59 WIB

Tekan Risiko Komplikasi, Pemeriksaan Rutin Prolanis Digelar di Puskesmas Kotabumi II

Selasa, 7 April 2026 - 20:45 WIB

Darurat Kasus Suspek Campak Capai 591, Pemprov Lampung Kebut Vaksinasi dan Sosialisasi

Kamis, 2 April 2026 - 20:27 WIB

Soroti 591 Kasus Suspek Campak, Anggota Komisi V DPRD Minta Dinkes Lampung Jemput Bola

Berita Terbaru