LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Seorang pria diamuk massa karena kepergok merampas handphone seorang anak, Rabu (25/5/2022).
Dia kemudian berupaya kabur. Namun ia terjatuh setelah ditabrak mobil warga di Jalan Sisingamangaraja, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Barat.
Salah satu saksi di lokasi kejadian, Daniel (50), mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
“Saya kaget tiba-tiba ada suara warga teriak maling,” ujarnya.
Pencuri itu sempat kabur namun terjatuh tepat di depan bengkel di dekat rumahnya.
“Jatuhnya karena mobil sedan berwarna merah dari arah berlawanan menyenggol sepeda motor pelaku,” katanya.
Warga yang emosi menghajarnya. Pelaku ditelungkupkan lalu kedua tangannya diikat di belakang.
Sementara, Farkah (26), ibu korban mengatakan dirinya sedang membungkus minyak goreng saat peristiwa terjadi.
“Tapi posisi saya saat itu sedang menghadap ke dalam toko dan anak di belakang saya menghadap depan toko,” kata Farkah.
Menurutnya, pencuri pintar karena merampas hp merek Vivo dari samping toko sehingga tidak terlihat.
“Anak saya main hp bersama teman perempuannya,” ujarnya.
Saat dirampas, si anak langsung menangis hingga Farkah mengetahui kejadian itu.
Dia langsung berteriak sehingga pelaku buru-buru kabur sambil menyalakan sepeda motor merek Honda Vario warna merah yang digunakannya.
“Saat itu tukang parkir di samping toko langsung berusaha memukul pelaku, namun gagal karena ngebut,” ujarnya.
Ketika itulah dari arah berlawanan datang mobil sedan milik Hendar (40), warga setempat, menabrak sepeda motor pelaku.
“Karena motor tersebut oleng dari arah berlawanan, jadi langsung saya tabrak saja,” ungkap Hendar.
Saat terjatuh, pelaku masih berusaha melarikan diri dari kejaran warga.
“Saya turun dari mobil dan langsung saya pegang dari belakang karena takut dia membawa senjata tajam,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku bernama Alek Riyanto (32), warga Wonosobo, Tanggamus.
Terpisah, Kapolsek Tanjungkarang Barat, Kompol Sandy Galih Putra, menyatakan pelaku sudah diamankan di mapolsek.
“Benar masih dalam proses pemeriksaan,” kata Sandy saat melalui WhatsApp. (*)
Red















