LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Paman dari salah satu korban penganiayaan ASN di Kantor BKD Lampung mengatakan para korban dipukuli dengan mata ditutup.
Selain itu, para korban juga disuruh mengangkat tangan, lalu dihajar di bagian dada. Dipukul dengan tangan dan ditendang menggunakan sepatu.
Hal itu diungkapkan paman korban bernama Farhan, Edy Syahri kepada wartawan yang sedang liputan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, Rabu (9/8/2023).
“Kejadiannya sekitar jam 9 sampai jam 10. Keponakan saya bilang mereka itu matanya diikat ditutup. Kemudian dihajar disuruh angkat tangan. Sudah minta ampun masih juga dihajar,” kata Edy Syahri.
Terkait penyebab tindakan kekerasan itu, Edy mengaku belum mengetahuinya, karena kondisi keponakannya belum sepenuhnya pulih. Namun Farhan yang merupakan lulusan IPDN dan sedang magang di BKD Lampung sampai pingsan.
Menurut Edy, korban tak kuat untuk pulang sendiri ke rumahnya dan meminta tolong kepada adik sepupunya untuk dijemput.
“Dia sampai pingsan dan minta tolong jemput ‘saya sudah tidak tahan lagi, tolong jemput saya’ kata dia sama adik sepupunya. Jadi dia akhirnya dijemput pakai mobil,” ungkap Edy.
Atas peristiwa itu, keluarga korban malam itu juga langsung membuat laporan polisi ke Polresta Bandarlampung.
“Tadi malam langsung ke Polrestas kebetulan ada Kanit III. Kalau untuk korban lainnya itu saya belum tahu (melapor atau tidak). Kita kan yang utamanya menyelamatkan kita dulu, kalau yang lain kita nggak tahu,” tandasnya.
Sampai saat ini, Farhan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek. Sementara tim Inafis dari Polresta Bandarlampung sudah melakukan olah TKP di Kantor BKD Lampung. (*)
Red











