Pariwisata Tubaba Kian Bergairah, Disporapar Catat Ratusan Ribu Wisatawan, 3 Destinasi Jadi Unggulan

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Bidang Pariwisata Tubaba

Foto : Kepala Bidang Pariwisata Tubaba

LampungCorner.com,Tubaba — Sektor pariwisata Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, menunjukkan geliat positif sepanjang 2025. Data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mencatat, sebanyak 478.161 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di daerah setempat selama satu tahun terakhir.

Angka tersebut menegaskan pariwisata masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Kunjungan wisatawan tersebar merata hampir di seluruh bulan, dengan lonjakan signifikan terjadi saat musim libur dan pertengahan tahun.

Kepala Disporapar Tubaba, Alma Rostow Guna, melalui Kepala Bidang Pariwisata Wanti Sari, mengatakan arus kunjungan wisatawan sepanjang 2025 relatif stabil dan cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Total kunjungan wisatawan selama 2025 mencapai 478.161 kunjungan. Ini merupakan akumulasi dari seluruh destinasi wisata, baik yang dikelola pemerintah daerah maupun swasta,” ujar Wanti Sari saat dikonfirmasi media, Selasa (06/01/2026).

Berdasarkan rekapitulasi Disporapar, bulan Juli menjadi periode dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni 48.020 wisatawan, disusul Agustus 46.785 kunjungan dan Mei 46.150 kunjungan. Sementara pada bulan lainnya, jumlah kunjungan berada di kisaran 30–40 ribu wisatawan per bulan.

Sejumlah destinasi favorit menjadi magnet utama wisatawan, di antaranya Komplek Islamic Center, Uluan Nughik, Patung 4 Marga, Tugu Rato Nago Besanding, hingga berbagai taman wisata, kolam renang, water park, dan wahana bermain keluarga.

Baca Juga :  Dari Panggung ke Pengabdian, Muli Mekhanai Lampura 2026 Siap Bawa Nama Baik Daerah

Dari seluruh destinasi tersebut, Disporapar Tubaba menetapkan Komplek Islamic Center, Patung 4 Marga, dan Uluan Nughik sebagai ikon pariwisata daerah yang diproyeksikan berdaya saing nasional. Ketiganya dinilai memiliki nilai arsitektur, budaya, serta menjadi simbol identitas Tubaba.

“Tingginya kunjungan wisatawan tentu turut memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Aktivitas sektor UMKM, kuliner, jasa transportasi, hingga penginapan ikut terdongkrak, terutama saat momen libur panjang dan perayaan Tahun Baru 2026 yang terpantau dipadati pengunjung,” terangnya.

Namun demikian, Disporapar mengakui masih terdapat tantangan dalam pengelolaan destinasi wisata. Salah satu kendala utama adalah persoalan sampah, seiring meningkatnya volume pengunjung dan masih rendahnya kesadaran sebagian wisatawan terhadap kebersihan lingkungan.

“Fasilitas pendukung sebenarnya sudah tersedia, namun kesadaran pengunjung masih perlu terus ditingkatkan,” kata Wanti.

Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata, Disporapar Tubaba menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pembentukan Tour Gate, yakni pemandu wisata lokal yang akan mendampingi rombongan wisatawan. Saat ini, sekitar 20 orang Tour Gate telah terbentuk dan akan diaktifkan melalui kolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

“Selain itu, pemeliharaan rutin destinasi wisata juga menjadi fokus, khususnya pada destinasi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah seperti Komplek Islamic Center,” jelasnya.

Memasuki 2026, Disporapar Tubaba juga mulai mengarahkan pengembangan pariwisata pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu upaya yang ditempuh adalah optimalisasi pemanfaatan Gedung Sesat Agung Islamic Center melalui sistem sewa kegiatan.

Gedung tersebut akan disewakan dengan tarif Rp3 juta per kegiatan, dan seluruh pendapatannya disetorkan langsung ke Kas Daerah. Disporapar menargetkan minimal Rp11 juta PAD pada 2026, setelah sebelumnya mampu menyumbang hingga Rp15 juta pada 2024. Sementara pada 2025, tidak terdapat pemasukan karena gedung dalam kondisi rehabilitasi.

“Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus tumbuh, Disporapar Tubaba optimistis sektor pariwisata akan semakin berperan dalam menggerakkan ekonomi daerah. Pembenahan pengelolaan, penguatan sumber daya manusia, serta optimalisasi destinasi unggulan diharapkan mampu menjadikan Tubaba semakin dikenal dan ramai dikunjungi, sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pendapatan daerah,” pungkasnya. (Rian)

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru