LampungCorner.com, TUBABA – Kekayaan motif batik di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi identitas daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Tubaba Novriwan Jaya, saat mengunjungi Sentra Kerajinan Batik Kirana di Tiyuh Mercubuana, Kecamatan Way Kenanga, Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tubaba, Ny. Novianti Novriwan. Keduanya melihat langsung perkembangan Batik Kirana sekaligus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal.
Bupati Novriwan Jaya menilai Tubaba sesungguhnya telah memiliki kekayaan motif batik yang sangat besar. Karena itu, pengembangan batik tidak selalu harus dilakukan dengan menciptakan motif baru.
Menurutnya, motif-motif yang sudah ada justru dapat terus dieksplorasi dan dikembangkan melalui permainan warna, komposisi, serta kepadatan motif. Dengan begitu, karakter dan identitas batik khas Tubaba dapat semakin kuat.
“Tubaba sebenarnya sudah memiliki kekayaan motif batik yang sangat besar. Yang penting sekarang bagaimana motif yang sudah ada kita kembangkan melalui permainan warna, komposisi, dan kepadatan, sehingga semakin kuat menjadi karakter dan identitas batik Tubaba,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan batik membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, pelaku UMKM, perajin batik, pemerintah pusat, serta lembaga-lembaga pendukung diharapkan dapat berjalan bersama untuk memperkuat ekosistem batik di Tubaba.
Kolaborasi tersebut, kata dia, perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan sumber daya manusia, penguatan kualitas produk, perluasan jejaring, hingga membuka akses terhadap berbagai bentuk dukungan.
Sementara itu, pemilik Batik Kirana mengatakan, sejak awal pihaknya berupaya menghadirkan motif yang berbeda dan memiliki karakter tersendiri. Namun, menurutnya, kekayaan motif yang telah dimiliki Tubaba tidak harus terus ditambah.
Yang lebih penting adalah bagaimana motif tersebut dieksplorasi sehingga mampu melahirkan karya batik yang memiliki ciri khas kuat.
“Kekayaan motif yang kita miliki sebenarnya sudah sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita eksplorasi dan kembangkan melalui warna, komposisi, dan kepadatan, sehingga menghasilkan karya batik yang memiliki ciri khas dan karakter tersendiri,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku batik, Pemkab Tubaba berharap batik tidak berhenti sebagai produk kerajinan semata. Lebih dari itu, batik diharapkan mampu menjadi bagian dari identitas daerah, menggerakkan ekonomi kreatif, memberdayakan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu kebanggaan Tubaba. (*)
















