Benarkah Kopi Bisa Mencegah Kejang Pada Bayi?

- Jurnalis

Senin, 28 Maret 2022 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bayi demam menangis Foto: Shutterstock

Ilustrasi bayi demam menangis Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, salah satunya adalah mencegah anak terhindar dari berbagai penyakit. Sayangnya, banyak mitos berkembang yang justru bisa membahayakan tumbuh kembang anak, salah satunya memberikan kopi untuk mencegah kejang pada anak. Betul enggak, ya?

Dikutip dari Harvard School of Public Health, kopi memang terbukti menawarkan sejumlah manfaat. Misalnya, untuk mengatasi rasa kantuk, mencegah risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Kandungan kafein yang terdapat pada kopi juga mampu menstimulasi kinerja otak.

Namun, memberikan kopi pada bayi untuk mencegah kejang tidak disarankan, ya, Moms? Kenapa?

Menurut jurnal Epilepsy and Behavior, tingkat efektivitas kafein untuk mencegah kejang sangat langka. Bahkan, pemberian kafein berlebihan justru dapat memicu ritme kerja jantung berlebihan. Perlu diingat, Moms, bahwa sistem pencernaan dan organ tubuh seperti hati, ginjal, jantung anak berusia di bawah satu tahun belum berkembang sempurna.

Dikutip dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, sebagian besar dokter anak menyarankan agar anak tidak mengonsumi kopi di bawah usia 12 tahun.

Baca Juga :  Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Bahaya Pemberian Kopi Pada Bayi

Alih-alih memberikan kopi untuk mencegah kejang pada anak, nyatanya justru dapat menyebabkan berbagai masalah baru sebagai berikut.

  1. Meningkat risiko jantung berdebar pada anak

Bayi yang mengalami jantung berdebar lebih cepat dari biasanya akan meningkatkan risiko gangguan saraf, serta dapat memperparah kejang yang dialami oleh anak. Sebab, denyut jantung normal pada bayi seharusnya tidak melebihi 140 bpm.

  1. Bayi kekurangan cairan

Mengonsumsi kafein juga dapat meningkatkan intensitas buang air kecil. Jika kondisi ini terjadi pada bayi, maka akan meningkatkan risiko dehidrasi.

  1. Menghambat tumbuh kembang anak

Dikutip dari International Journal of Environmental Research and Public Health, pemberian kopi atau kafein pada anak dapat menghambat proses tumbuh kembangnya.

Yang Dapat Dilakukan Ortu Saat Bayi Kejang

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut cara yang dapat Anda lakukan saat si Kecil kejang.

  1. Letakkan bayi pada tempat dan posisi yang aman, serta hindari dari benda-benda berbahaya
  2. Baringkan bayi dengan posisi miring agar makanan, minuman, atau muntahan yang ada dalam mulut bisa keluar sehingga bayi tidak tersedak
  3. Jangan masukkan benda apapun ke dalam mulut bayi, termasuk memberi minum karena akan menyebabkan penyumbatan pada nafas
  4. Jangan menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa karena dapat menyebabkan patah tulang
  5. Amati apa yang terjadi saat bayi Anda kejang. Informasi tersebut dapat mempermudah dokter untuk menanganinya.
Baca Juga :  Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2

Cara Mencegah Kejang

Kejang bisa terjadi karena kenaikan suhu tubuh yang mencapai 38 derajat celcius. Dalam beberapa kasus, kejang terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Pencegahan utama yang bisa Anda lakukan adalah memberikan obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen. Selain itu, Anda juga bisa memberikan kompres air hangat pada bagian dahi, ketiak, dan lipatan siku bayi. Apabila suhu tubuh semakin meningkat, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru