LAMPUNGCORNER.COM, Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, salah satunya adalah mencegah anak terhindar dari berbagai penyakit. Sayangnya, banyak mitos berkembang yang justru bisa membahayakan tumbuh kembang anak, salah satunya memberikan kopi untuk mencegah kejang pada anak. Betul enggak, ya?
Dikutip dari Harvard School of Public Health, kopi memang terbukti menawarkan sejumlah manfaat. Misalnya, untuk mengatasi rasa kantuk, mencegah risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Kandungan kafein yang terdapat pada kopi juga mampu menstimulasi kinerja otak.
Namun, memberikan kopi pada bayi untuk mencegah kejang tidak disarankan, ya, Moms? Kenapa?
Menurut jurnal Epilepsy and Behavior, tingkat efektivitas kafein untuk mencegah kejang sangat langka. Bahkan, pemberian kafein berlebihan justru dapat memicu ritme kerja jantung berlebihan. Perlu diingat, Moms, bahwa sistem pencernaan dan organ tubuh seperti hati, ginjal, jantung anak berusia di bawah satu tahun belum berkembang sempurna.
Dikutip dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, sebagian besar dokter anak menyarankan agar anak tidak mengonsumi kopi di bawah usia 12 tahun.
Bahaya Pemberian Kopi Pada Bayi
Alih-alih memberikan kopi untuk mencegah kejang pada anak, nyatanya justru dapat menyebabkan berbagai masalah baru sebagai berikut.
- Meningkat risiko jantung berdebar pada anak
Bayi yang mengalami jantung berdebar lebih cepat dari biasanya akan meningkatkan risiko gangguan saraf, serta dapat memperparah kejang yang dialami oleh anak. Sebab, denyut jantung normal pada bayi seharusnya tidak melebihi 140 bpm.
- Bayi kekurangan cairan
Mengonsumsi kafein juga dapat meningkatkan intensitas buang air kecil. Jika kondisi ini terjadi pada bayi, maka akan meningkatkan risiko dehidrasi.
- Menghambat tumbuh kembang anak
Dikutip dari International Journal of Environmental Research and Public Health, pemberian kopi atau kafein pada anak dapat menghambat proses tumbuh kembangnya.
Yang Dapat Dilakukan Ortu Saat Bayi Kejang
Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut cara yang dapat Anda lakukan saat si Kecil kejang.
- Letakkan bayi pada tempat dan posisi yang aman, serta hindari dari benda-benda berbahaya
- Baringkan bayi dengan posisi miring agar makanan, minuman, atau muntahan yang ada dalam mulut bisa keluar sehingga bayi tidak tersedak
- Jangan masukkan benda apapun ke dalam mulut bayi, termasuk memberi minum karena akan menyebabkan penyumbatan pada nafas
- Jangan menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa karena dapat menyebabkan patah tulang
- Amati apa yang terjadi saat bayi Anda kejang. Informasi tersebut dapat mempermudah dokter untuk menanganinya.
Cara Mencegah Kejang
Kejang bisa terjadi karena kenaikan suhu tubuh yang mencapai 38 derajat celcius. Dalam beberapa kasus, kejang terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Pencegahan utama yang bisa Anda lakukan adalah memberikan obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen. Selain itu, Anda juga bisa memberikan kompres air hangat pada bagian dahi, ketiak, dan lipatan siku bayi. Apabila suhu tubuh semakin meningkat, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
Red









