LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung – Nurhasanah alias Nana (28), narapidana terorisme (Napiter) yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandarlampung, mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (6/4/2021).
“Saya berjanji setia kepada NKRI dan akan melindungi segenap Tanah Air Indonesia dari segala tindakan aksi-aksi terorisme,” ucap Nana seperti dilansir dari RILIS.ID (grup Lampungcorner.com) Selasa (6/4/2021).
Baca: Cium Bendera Merah Putih, Nana: Saya Lepas Baiat terhadap Pemimpin ISIS
“Saya melepas baiat saya terhadap pemimpin ISIS yaitu Abu Bakar al-Baqhadi maupun yang menggantikannya Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi,” lanjutnya.
Nana merupakan terpidana kasus terorisme atau bom panci di Indramayu, Jawa Barat pada 2016. Suami Nana, Galih juga terlibat dalam kasus tersebut.
Dia mulai menghuni Lapas Perempuan Kelas IIA Bandarlampung pada 2018 dengan menjalani hukuman pidana selama enam tahun.
Wali Lembaga Kemasyarakatan, Leni, mengatakan tidak ada kesulitan dalam membina Nana, yang menjadi anggota ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.
”Nana kini sudah melakukan janji ikrar setia kepada NKRI,” ujarnya.
Menurut Leni, Nana memiliki sosok yang pendiam. Dia dipekerjakan di bagian bimbingan kerja (binker) dan aktif mengikuti berbagai kegiatan keterampilan.
”Sehingga ketika dia ke luar nanti bisa menjadi sosok mandiri, juga bekerja keras. Kalaupun ada masalah Nana selalu curhat,” kata Leni.
Nana mendapatkan doktrin radikalisme dari suaminya, Galih. Setelah ditangkap Nana dibina oleh Balai Kemasyarakatan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Nana sendiri mempunyai seorang anak berumur tiga tahun yang tinggal dengan keluarganya di Indramayu. (*)