Eks Cawako Tangsel Ditahan Terkait Korupsi Dana Hibah KONI Rp1,1 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 10 Juni 2021 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KONI Tangsel Rita Juwita ditahan Kejari Tangsel, Kamis (10/6/2021). FOTO: RILIS.ID/Doni

Ketua KONI Tangsel Rita Juwita ditahan Kejari Tangsel, Kamis (10/6/2021). FOTO: RILIS.ID/Doni

LAMPUNGCORNER.COM, Tangerang Selatan— Ketua KONI Tangerang Selatan (Tangsel) Rita Juwita (RJ) ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi dana hibah tahun anggaran 2019 yang diduga merugikan negara Rp1,1 miliar.

Rita juga langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel pada Kamis (10/6/2021).

Kajari Tangsel Aliansyah menyampaikan penahanan tersangka berdasarkan pengembangan dari bendahara KONI Tangerang Selatan Suharyo, yang sudah ditahan pada Jumat (4/6/2021) lalu.

“Dari hasil pengembangan, ditetapkan satu tersangka lagi yaitu RJ yang menjabat sebagai ketua KONI. Modusnya, memanipulasi laporan dana hibah KONI 2019 dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp1,1 miliar lebih berdasarkan perhitungan Inspektorat Tangsel,” ujarnya dalam konferensi pers di Kejari Tangsel, Kamis (10/6).

Baca Juga :  Usai Dicopot Prabowo, Purbaya: Mau Pulang dan Mancing di Belakang Rumah

Aliansyah menjelaskan tersangka Rita Juwita ditahan di Lapas Wanita Tangerang selama 20 hari ke depan.

“Tersangka RJ diketahui berperan sebagai penanggung jawab anggaran dana hibah,” katanya.

Seperti dilansir dari rilis.id (group lampungcorner.com), Mantan bakal calon wali kota (Cawako) Tangsel itu digelandang ke Lapas mengenakan rompi warna pink dengan menggunakan minibus warna hitam B 1217 NON.

Baca Juga :  Kejar E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Atas perbuatannya, Rita Juwita disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara,” ujar Aliansyah. (*)

Red

Berita Terkait

Prabowo Minta Biaya Haji Tak Membebani Jemaah
Operasi Antik Krakatau Ungkap 379 Kasus, 85,9 Kg Sabu Disita
Usai Sidak Ombudsman, Isi Rumah Dinas Berubah, Eks Kalapas Cibinong Dicecar DPR
Bupati Nanda Terima Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
Baru Setahun Bebas, Residivis Narkoba Kembali Diciduk Bawa 14 Paket Sabu
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional
Soroti 8 Perda yang Buka Celah Bakar Lahan 2 Hektare, Prabowo: Complete Nonsense
Diduga Cabuli Anak Dua Kali, Pria 28 Tahun di Bandar Lampung Diciduk Polisi
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Prabowo Minta Biaya Haji Tak Membebani Jemaah

Senin, 28 September 2026 - 19:48 WIB

Operasi Antik Krakatau Ungkap 379 Kasus, 85,9 Kg Sabu Disita

Senin, 28 September 2026 - 15:23 WIB

Usai Sidak Ombudsman, Isi Rumah Dinas Berubah, Eks Kalapas Cibinong Dicecar DPR

Minggu, 27 September 2026 - 18:51 WIB

Bupati Nanda Terima Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:32 WIB

Baru Setahun Bebas, Residivis Narkoba Kembali Diciduk Bawa 14 Paket Sabu

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:25 WIB