LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Eks Rektor Unila Karomani mengklaim penambahan kuota kursi mahasiswa baru justru menguntungkan Unila.
Hal tersebut ia sampaikan saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang guna menjalani persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila, Kamis (26/1/2023).
Karomani mengatakan, penambahan kuota kursi mahasiswa baru merupakan kebijakan pimpinan, yang justru berpengaruh baik untuk Unila.
Satu-satunya Universitas di Indonesia yang bisa menaikan insentif remunerasi adalah Unila, itu adalah berkat penamabahn kuota kursi yang merupakan kebijakan pimpinan di Unila.
“Nomor satu, tidak ada PTN yang menaikan gaji remunerasi,” tandasnya.
“Media harus betul-betup hadir berimbang dalam menulis berita. Saya profesor komunikasi dan paham penelitiannya, saya tahu Dewan Pers jadi harus objektif,” timpalnya.
Untuk diketahui, dalam persidangan sebelumnya, tiga dekan di Unila mengatakan, penambahan kuota kursi merupakan kebijakan pimpinan, dan tidak melibatkan pihak dekan. (*)
red









