Home / LAMPUNG SELATAN

Jumat, 18 Juni 2021 - 13:05 WIB

Pilu, Balita di Lamsel Ini Divonis Gizi Buruk, Thalasemia Mayor, TBC, Hingga Leukimia

Ilustrasi Kalbi Rikardo Rilislampung.id (group lampungcorner.com)

Ilustrasi Kalbi Rikardo Rilislampung.id (group lampungcorner.com)

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Selatan – Sungguh pilu nasib Abhan Sultanul Alam, bocah berusia dua tahun warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) itu harus merasakan derita diusianya yang masih sangat belia.

Meski sekilas terlihat ceria, namun siapa sangka ia mengidap penyakit yang sangat berbahaya. Dokter memvonis Abhan gizi buruk dan Tuberculosis (Tbc). Tak hanya itu, Abhan juga bahkan mengidap penyakit Thalasemia Mayor.

Desi, ibunda Abhan mengatakan, Abhan telah divonis menderita penyakit gizi buruk dan Tbc sejak usia 8 bulan. Kedua penyakit yang menggerogoti itu, mengakibatkan tubuhnya lemah dan kurus kering.

“Umur delapan bulan divonis gizi buruk, habis itu divonis Tbc, dan kemarin anak saya itu divonis lagi Thalasemia Mayor,” kata Desi saat ditemui dirumahnya. Ia terlihat menahan sedih.

Sang anak kini menurut Desi harus rutin melakukan transfusi darah, karena Thalasemia Mayor merupakan penyakit kelainan genetik yang merusak sel darah merah, sehingga darah tidak dapat menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan baik.

“Kata pihak rumah sakit, seumur hidup harus transfusi darah terus tergantung hemoglobinnya. Kalau hemoglobinnya rendah dia langsung lemas dan bisa sampai jatuh,” ucapnya lirih.

Belum cukup tiga penyakit, wanita yang sehari-hari berjualan di kantin sekolah itu harus kembali menerima kenyataan usai pemeriksaan dokter lanjutan. Anak laki-laki semata wayangnya itu ternyata juga suspek Leukemia dan secepatnya akan dilakukan pengecekan Bone Marrow Puncture (BMP) atau aspirasi sumsum tulang.

“Divonis suspek Leukemia setelah diperiksa melalui pemeriksaan darah tepi, Senin depan mau BMP periksa leukemianya dari sumsum tulang belakang,” kata Desi menjelaskan.

Karena keterbatasan biaya, Desi berharap ada donatur yang bisa membantu pengobatan anaknya supaya mendapat perawatan lebih insentif. Sejauh ini, tutur Desi, ada saja donatur yang membantu. Seperti jika ingin periksa ke rumah sakit di Bandarlampung, ada relawan dari komunitas Kobar yang mengantar.

Desi juga saat ini tidak lagi bekerja karena sekolah ditutup akibat pandemi. Ia dan anaknya sekarang tinggal dirumah orang tuanya yang juga sudah berusia lanjut.

“Kalau transfusi itu pakai BPJS. Tetapi yang lainnya nanti saya tidak tau. Sekarang saya enggak kerja, dan jika ada donatur yang sedia membantu bisa menghubungi saya dinomor 085788030700,” pungkasnya. (*)

Red

Share :

291 views

Baca Juga

LAMPUNG SELATAN

Wahrul Fauzi Silalahi Minta Masyarakat Jangan Antivaksin

LAMPUNG SELATAN

Lamban Balak Marga Legun Way Urang Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19

LAMPUNG SELATAN

Ganja, Sabu, hingga Pil Ekstasi Senilai Rp200 Miliar Dimusnahkan

LAMPUNG SELATAN

Buka Pembinaan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa, Winarni Minta Program PKK Dukung Kemajuan Desa

LAMPUNG SELATAN

Kunjungan ke RSUD Bob Bazar, Bupati Nanang Ermanto Sapa Hingga Beri Semangat Pasien

LAMPUNG SELATAN

Forkopimda Lampung Selatan Ikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Secara Virtual

LAMPUNG SELATAN

Angkut Puluhan Ton Pupuk, Dua Truk Kecelakaan di Pelabuhan Bakauheni

LAMPUNG SELATAN

STQ ke-V Tingkat Kabupaten Lampung Selatan Resmi Ditutup