Ponpes Daarul Khair Kotabumi Rayakan 35 Tahun Pengabdian Lewat Wisuda, Bakti Sosial, Donor Darah, Ziarah dan Tabligh Akbar

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan Ponpes Daarul Khair, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan Ponpes Daarul Khair, Kamis (21/5/2026).

LampungCorner.com, KOTABUMI – Di tengah tantangan perubahan sosial dan perkembangan pendidikan generasi muda, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Khair Kotabumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memilih memaknai usia ke-35 dengan cara berbeda.

Momentum milad tahun ini tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi dijadikan ajang meneguhkan peran pesantren dalam menjaga pendidikan keagamaan, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus merawat warisan dakwah para pendirinya.

Rangkaian kegiatan Milad ke-35 Ponpes Daarul Khair, Wisuda Santri Angkatan 30, Haul Muassis IX, dan Tabligh Akbar resmi dimulai sejak Kamis (21/5/2026).

Kegiatan diawali dengan ziarah akbar ke makam pendiri pesantren, KH. Abdul Syukur Syah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai agenda sosial seperti pembagian sembako dan donor darah.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di aula dan halaman Ponpes Daarul Khair, Kotabumi. Di balik agenda yang tampak seremonial tersebut, tersimpan pesan besar bahwa pesantren ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga institusi sosial yang dekat dengan masyarakat.

Pimpinan Ponpes Daarul Khair, KH. Andi Komarhadi, mengatakan kegiatan bakti sosial menjadi bagian penting dalam peringatan milad tahun ini. Pembagian sembako diprioritaskan bagi masyarakat sekitar pondok, sementara donor darah dibuka untuk masyarakat umum dan keluarga besar pesantren.

Baca Juga :  Dugaan Pungli di Disdukcapil Lampura, Begini Tanggapan Kadisdukcapil

“Pembagian sembako kami menyasar masyarakat sekitar pondok. Sedangkan donor darah terbuka untuk umum dan keluarga besar pesantren,” ujar Andi saat ditemui di sela kegiatan.

Menurutnya, milad tidak cukup dimaknai sebagai perayaan usia lembaga pendidikan semata, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pesantren.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan dermawan yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Dukungan itu dinilai penting agar pesantren tetap mampu menjalankan fungsi sosial di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Setiap bantuan yang diberikan menjadi bagian penting untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” katanya.

Perhatian publik diperkirakan akan tertuju pada agenda puncak yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (23/5/2026). Pada hari itu, Ponpes Daarul Khair akan menggelar wisuda santri angkatan ke-30 dan wisuda tahfidz angkatan ke-6, yang menjadi simbol perjalanan panjang pesantren dalam membangun pendidikan berbasis agama selama lebih dari tiga dekade.

Prosesi wisuda akan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan yudisium santri hingga ikrar alumni.

Baca Juga :  Pecinta Kuliner Wajib Coba! Soto dan Pecel Siram Jogja Ini Jadi Favorit

Momen tersebut dipandang bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga peneguhan ikatan moral antara lulusan dengan almamater yang membentuk pendidikan dan spiritualitas mereka.

Panitia juga menjadwalkan sambutan dari sejumlah unsur, termasuk pimpinan pondok dan pemerintah daerah. Kehadiran unsur pemerintah dinilai menjadi penanda bahwa pendidikan berbasis pesantren masih memegang peranan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Lampura.

Puncak acara lainnya adalah Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional, KH. Abdul Ghofurrohim atau Ki Apung dari Serang, Banten. Kehadiran dai nasional tersebut diperkirakan akan menarik ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Lampura.

Bagi keluarga besar Daarul Khair, agenda haul pendiri pondok memiliki makna yang tidak kalah penting. Haul Muassis IX menjadi ruang untuk mengenang perjuangan KH. Abdul Syukur Syah yang merintis Ponpes di tengah keterbatasan, sekaligus pengingat bahwa pesantren tumbuh dari tradisi pengabdian dan dakwah yang panjang.

Di tengah tantangan modernisasi dan perubahan pola pendidikan, keberadaan pesantren seperti Daarul Khair masih dinilai relevan. Tidak hanya mendidik secara akademik dan spiritual, pesantren juga terus berupaya membangun karakter melalui disiplin, kebersamaan, dan penguatan nilai moral. (*)

Berita Terkait

Pecinta Kuliner Wajib Coba! Soto dan Pecel Siram Jogja Ini Jadi Favorit
Dugaan Pungli di Disdukcapil Lampura, Begini Tanggapan Kadisdukcapil
Berangkat 3 Mei, 399 Jemaah Haji Lampura Dipastikan Siap
Malam Penentuan! Grand Final Muli Mekhanai Lampura 2026 Siap Digelar
Dikeluhkan Warga, Kadishub Janji Segera Tindak Parkir Liar di Kotabumi
Antisipasi El Nino, Polres Lampura Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Darurat Rumah Tangga! Angka Perceraian di Lampura Terus Melonjak
Aklamasi, Imausah Pimpin LSM GMBI Lampung Utara 2026-2031
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:09 WIB

Ponpes Daarul Khair Kotabumi Rayakan 35 Tahun Pengabdian Lewat Wisuda, Bakti Sosial, Donor Darah, Ziarah dan Tabligh Akbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:14 WIB

Pecinta Kuliner Wajib Coba! Soto dan Pecel Siram Jogja Ini Jadi Favorit

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:45 WIB

Dugaan Pungli di Disdukcapil Lampura, Begini Tanggapan Kadisdukcapil

Senin, 27 April 2026 - 15:17 WIB

Berangkat 3 Mei, 399 Jemaah Haji Lampura Dipastikan Siap

Senin, 27 April 2026 - 12:03 WIB

Malam Penentuan! Grand Final Muli Mekhanai Lampura 2026 Siap Digelar

Berita Terbaru