Pecinta Kuliner Wajib Coba! Soto dan Pecel Siram Jogja Ini Jadi Favorit

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedai soto dan pecel siram khas Yogyakarta yang berada di Jalan Kapten Mustofa Kotabumi Selatan.

Kedai soto dan pecel siram khas Yogyakarta yang berada di Jalan Kapten Mustofa Kotabumi Selatan.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Kabar menggembirakan bagi para pencinta kuliner Nusantara, khususnya masakan khas Yogyakarta. Sebuah kedai sederhana dengan cita rasa autentik kini hadir di Jalan Kapten Mustofa, Kebun 4, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Kedai milik Wiwik Laksita ini sukses mencuri perhatian warga lewat sajian khas Jogja yang menggugah selera, seperti soto daging dan nasi pecel siram. Racikan kuah sotonya disebut-sebut memiliki cita rasa mirip Soto Kadipiro Yogyakarta, salah satu soto legendaris yang terkenal di Kota Gudeg.

Sejak dibuka, kedai tersebut langsung menjadi favorit masyarakat untuk sarapan hingga makan siang. Aroma kuah soto yang gurih dengan potongan daging empuk menghadirkan sensasi hangat yang pas dinikmati di pagi hari.

Tak kalah menggoda, nasi pecel siram khas Jogja dengan bumbu kacang bercita rasa manis, gurih, dan sedikit pedas sukses memanjakan lidah pelanggan. Sajian itu semakin nikmat dengan taburan peyek udang rebon yang renyah.

Beragam lauk pendamping juga menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari tempe mendoan hangat, sate telur puyuh, ati ampela, sate paru, hingga peyek udang rebon, semuanya menghadirkan pengalaman bersantap ala angkringan Jogja yang lengkap.

Baca Juga :  Pelantikan DDII Lampura Jadi Momentum Perkuat Konsolidasi Dakwah dan Kemitraan

“Menu kami memang kami hadirkan dengan cita rasa asli Jogja. Harapannya masyarakat Lampura bisa merasakan sensasi kuliner khas kampung halaman tanpa harus jauh-jauh ke Yogyakarta,” ujar Wiwik Laksita, pemilik kedai asal Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, saat dijumpai, Sabtu (9/5/2026).

Selain rasanya yang autentik, harga menu di kedai ini juga tergolong ramah di kantong. Nasi soto daging dijual Rp18 ribu per porsi, nasi soto ayam kampung Rp15 ribu, sedangkan nasi pecel siram plus telur bulat dibanderol Rp13 ribu.

Untuk lauk tambahan seperti sate paru, ati ampela, dan telur puyuh dijual Rp5 ribu per tusuk, sementara tempe mendoan hanya Rp1.000 per potong. Pilihan minumannya pun tak kalah menarik. Selain es jeruk dan jeruk panas, kedai ini memiliki racikan teh panas khas yang disebut berbeda dari teh pada umumnya karena memberikan rasa lebih segar dan meninggalkan kesan tersendiri di setiap tegukan.

Antusiasme pelanggan terus meningkat. Tina, warga Tanjung Senang, mengaku menjadikan kedai tersebut sebagai tempat langganan sarapan.

Baca Juga :  Geshindo Lampura Ajak Masyarakat Kawal Proyek Jalan, Tekankan Kualitas dan Transparansi

“Soto dagingnya enak, apalagi dipadukan sate-satean dan mendoan. Ditambah teh panasnya yang beda, pas banget buat mulai hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Irawan, warga Tanjung Aman, yang mengaku sudah menjadi pelanggan sejak kedai itu masih berjualan di halaman Islamic Center.

“Sekarang sudah menetap di sini, saya hampir setiap pagi sarapan bersama keluarga. Rasanya cocok di lidah,” katanya.

Sementara itu, Yan, warga Kelapatujuh, menyebut nasi pecel siram sebagai menu favoritnya.

“Bumbunya pas, ada gurih dari peyek udang rebon, sedikit manis dan pedas. Mantap kalau ditambah teh panasnya,” ungkapnya.

Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB dan tutup setiap Jumat. Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, dan suasana sederhana yang hangat, kedai soto dan pecel siram khas Jogja ini layak menjadi destinasi kuliner baru di Kotabumi.

Bagi masyarakat yang ingin bernostalgia dengan masakan khas Yogyakarta atau sekadar mencari menu sarapan lezat, kedai ini bisa menjadi pilihan tepat untuk memanjakan selera. (*)

Berita Terkait

Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031
Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda
HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
FPP UMKO Kenalkan Tepung Mocaf, Dorong Masyarakat Kalibening Raya Manfaatkan Pangan Lokal
Ratusan Pelajar Adu Disiplin dan Kekompakan di Lomba PBB HUT RI ke-81 Lampura
Patok Tapal Batas Dipasang, Polemik Wilayah Dua Desa di Lampura Diharapkan Tuntas
Geshindo Lampura Ajak Masyarakat Kawal Proyek Jalan, Tekankan Kualitas dan Transparansi
Petani Kopi Gunung Katon Didorong Hasilkan Produk Bernilai Tinggi Lewat Pengelolaan Pascapanen
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIB

HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:54 WIB

FPP UMKO Kenalkan Tepung Mocaf, Dorong Masyarakat Kalibening Raya Manfaatkan Pangan Lokal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Ratusan Pelajar Adu Disiplin dan Kekompakan di Lomba PBB HUT RI ke-81 Lampura

Berita Terbaru