Proyek Rp.29 Miliar Terindikasi Korupsi, Warga Desak BPK dan Kejagung Turun Tangan

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Pekerjaan

Gambar Pekerjaan

LampungCorner.com,Tubaba– Proyek pembangunan jalan hotmix dan drainase senilai Rp.29 miliar yang membentang dari Tiyuh (Desa) Panaragan, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menuju Desa Tegal Mukti dan Tajab, Kabupaten Way Kanan, menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Kali ini, kritik tajam datang dari tokoh pemuda yang juga sekaligus merupakan Ketua Karang Taruna Panaragan, Muhlison, S.H. Dirinya mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung untuk segera mengaudit proyek tersebut yang diduga kuat sarat penyimpangan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

“Dengan anggaran sebesar itu, panjang jalan yang dibangun tidak sampai 4 kilometer, hanya aspal dan talud. Kualitasnya juga sudah rusak, bergelombang dan amblas, begitu juga drainase nya diduga asal-asalan. Ini indikasi korupsi,” ujar Muhlison kepada media, Senin (11/08/2025).

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Ia juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, dan menegaskan bahwa laporan ini bukan sekadar opini publik, melainkan bentuk aspirasi rakyat yang menuntut penegakan hukum secara serius.

“Kami ingin melihat apakah Presiden Prabowo benar-benar tegas. Biar pusat yang turun tangan,” tegasnya.

Keterangan dari lapangan makin memperkuat dugaan buruknya mutu pekerjaan. Miftahul Rizki, kepala kelompok pekerja drainase, mengaku selama proyek berlangsung tidak pernah melihat pengawas dari pihak dinas.

“Pengawas dari Pemprov tidak pernah datang. Kami kerja semampunya, campuran semen dan pasir pun dikira-kira, arahan dari konsultan kontraktor langsung,” katanya kepada media.

Dalam praktiknya, kelompok pekerja mampu menyelesaikan 50–70 meter drainase per hari, menggunakan campuran material tanpa takaran pasti. Ia menyebut perbandingan campuran 5:1 antara pasir dan semen digunakan tanpa pedoman teknis yang jelas.

Baca Juga :  Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026

Untuk diketahui, proyek ini terbagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama, rekonstruksi jalan ruas Penumangan–Tegal Mukti senilai Rp.14,5 miliar, dikerjakan CV Sinar Alam Perkasa dan diawasi CV Nusantara Indah. Paket kedua, ruas Tegal Mukti–Tajab senilai Rp.14,6 miliar, digarap CV Rosen Construction dengan pengawasan dari PT Rekacipta Raffa Lestari.

Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari kontraktor, konsultan pengawas, maupun Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.

Masyarakat setempat pun mendesak agar proyek ini segera diaudit tuntas demi mencegah kerugian negara yang lebih besar dan memastikan transparansi dalam pengelolaan dana infrastruktur. (Rian)

Berita Terkait

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan
Diskominfo Tubaba Adukan Dugaan Pelanggaran Etika Pers ke Dewan Pers
Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026
Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026
Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Ratusan Pelajar Tubaba Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Gerak Jalan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskominfo Tubaba Adukan Dugaan Pelanggaran Etika Pers ke Dewan Pers

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Wabup Nadirsyah Lepas Kontingen Pramuka Tubaba ke Jambore Nasional XII 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:54 WIB

Diskominfo Tubaba Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Anggaran Belanja Internet 2026

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB

BREAKING NEWS

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:16 WIB

BREAKING NEWS

Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:43 WIB