PTPN VII Betung Krawo Tanam Perdana Kelapa Sawit

- Jurnalis

Rabu, 16 November 2022 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman perdana bibit kelapa sawit dimulai oleh Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat, Komisaris R Wiwin Istanti, dan SEVP Operation I PTPN VII Budi Susilo, Selasa (15/11/22). Foto: Humas PTPN VII

Penanaman perdana bibit kelapa sawit dimulai oleh Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat, Komisaris R Wiwin Istanti, dan SEVP Operation I PTPN VII Budi Susilo, Selasa (15/11/22). Foto: Humas PTPN VII

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Seratus ribu lebih batang bibit kelapa sawit, disiapkan untuk program tanam ulang (Replanting) seluas 667 hektare di PTPN VII Unit Betung Krawo.

Penanaman perdana dimulai oleh Komisaris Utama PTPN VII Nurhidayat, Komisaris R Wiwin Istanti, dan SEVP Operation I PTPN VII Budi Susilo, Selasa (15/11/22).

Hadir pada agenda itu, Kabag Ops. I Daniel Solikhin, Kabag SPI Ary Askari, Manajer Betung Krawo Heria Kusworo, dan beberapa pejabat utama lainnya.

Penanaman perdana berlangsung di Afdeling 8 Desa Srikembang, Kecamatan Betung, dihadii dua Kepala Desa penyangga yakni Srikembang dan Sridadi.

Tak hanya itu, sebanyak 25 anak yatim dari desa tetangga juga diundang yang kemudian mendapat uang tali asih dari perusahaan.

Manajer PTPN VII Unit Betung Krawo Heria Kusworo menyatakan, komitmen jajarannya menjalankan program replanting ini.

Menurutnya, replanting adalah proyeksi masa depan perusahaan yang juga akan menjadi gambaran nyata nasib seluruh karyawan, terutama yang bertugas di Betung Krawo.

“Saya sebagai manajer di Unit Beka (sebutan singkat Betung Krawo) menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dewan Komisaris, Board of Management), dan seluruh pihak yang kemudian memilih Beka sebagai kebun kedua untuk replanting. Ini adalah masa depan kami, masa depan kita semua,” kata Heri, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan

Ia menjelaskan, secara teknis proses replanting di Betung Krawo telah dilaksanakan dengan kultur teknis yang sangat ketat.

Dari penyediaan benih, kata dia, pihaknya menggunakan benih produksi Socfin dan PPKS Medan yang toleran terhadap penyakit Ganoderma dan direkomendasikan dari Holding Perkebunan Nusantara.

“Kami pakai benih unggul dari Socfin MT Gano dan PPKS 540 NG (Next Generation). Pembibitan sudah dilaksanakan sejak satu tahun yang lalu dan diharapkan pada usia tiga tahun sudah mulai produksi kategori TM-1 ( Tanaman Menghasilkan I) dengan target produksi 21 ton per hektare,” kata dia.

Memotivasi program ini, Komisaris Utama Nurhidayat kembali mengingatkan tentang krusialnya investasi, terlebih replanting tanaman. Selain mahal dan lama, tanam ulang adalah titik awal menentukan proyeksi masa depan.

“Saya ingatkan kembali, jangan main-main dengan investasi tanaman ini. Sekali gagal, kita akan kehilangan momentum sangat besar. Oleh karena itu, saya kasih challenge kepada tim Beka untuk memastikan di akhir 2026 melaporkan bahwa tanaman ini sudah panen dengan produktivitas 21 ton per hektare,” kata dia.

Meskipun demikian, Nurhidayat menyatakan yakin tim Beka bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Beberapa yang harus dipenuhi, kata dia, adalah memastikan standar teknis dijalankan dengan benar, standar waktu, standar biaya, dan standar kerja harus dipatuhi.

Baca Juga :  Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

“Investasi ini harus dipastikan berjalan sesuai standar teknis, timeline, pembiayaan, dan kinerja yang tepat. Dan saya yakin tim Beka ini sangat siap,” kata dia.

Sementara’itu, dalam sambutan singkatnya, SEVP Ops. I Budi Susilo mengaku optimistis dengan program replanting ini. Ia mengatakan, secara keseluruhan PTPN VII telah memulai program replanting untuk kelapa sawit pada 2022/2023 seluas 2.437 hektare.

Secara berangsur, tanam ulang sudah dimulai dari Unit Sungai Lengi seluas 1.770 hektare dan dilanjutkan di Unit Betung Krawo seluas 667 hektare.

Secara teknis, replanting kelapa sawit di PTPN VII dilakukan dengan teknik terkini. Setiap hektare akan ditanam 143 batang dengan jarak sebilan meter dan bersilang di tengahnya berjarak 7,8 meter.

“Secara kultur teknis, kami menggunakan teknis terkini. Dan yang sangat krusial, kami pakai benih toleran terhadap penyakit ganoderma. Sebab, penyakit akar ini belum ketemu penangkalnya ketika tanaman sudah tumbuh. Mohon doa kita semua atau ikhtiar ini,” kata dia.

Selain upaya untuk teknis fisik, manajemen juga mengundang anak yatim untuk ikut berdoa bersama sebagai ikhtiar batiniah. Acara diakhiri dengan doa bersama dan penanaman pohon secara simbolis. (*)

Red

Berita Terkait

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing
Berita ini 102 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Berita Terbaru

Kondisi terkini TPA Bakung, Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:06 WIB