LAMPUNGCORNER.COM, Mamuju Tengah – Seorang tahanan dugaan kasus pemerkosaan berinisial SL (30) meninggal dunia di dalam sel Mapolres Mamuju Tengah, Kamis (24/2/2022).
Keluarga korban, Agustinus, menduga korban meninggal akibat dianiaya lantaran di tubuh korban penuh luka dan lebam. Agustinus menjelaskan bahwa korban awalnya dijemput enam orang anggota polisi di rumahnya di Desa Batu Parigi sekitar pukul 24.00 WITA, Rabu (23/2/2022).
Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di dalam sel Mapolres Mamuju Tengah sekitar pukul 05.00 WITA. Korban ditahan atas kasus dugaan pemerkosaan siswi SMA di Mamuju Tengah.
“Korban baru sebatas dimintai keterangan, belum ditahu apakah dia pelakunya. Masih praduga tak bersalah,” kata Agustinus, yang dilansir dari kumparan.com.
Menurut dia, pihak keluarga telah melakukan autopsi di rumah sakit dan dugaan sementara korban dianiaya sebelum meninggal dunia.
“Yang jelasnya di sekujur tubuh korban penuh luka dan lebam,” ucap Agustinus.
Dia bilang Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, ktelah ke rumah korban dan memberikan uang duka sebesar Rp 10 juta ke keluarga korban.
Agustinus berharap polisi mengungkap dugaan penganiayaan tersebut dan pelakunya diproses. Adapun jenazah korban saat ini masih berada di rumah duka dan menunggu pihak keluarga dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.
Penjelasan Polisi
Sementara itu, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan korban ditangkap di rumahnya sekitar pukul 23.00 WITA setelah polisi menerima laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan SL.
Usai diperiksa, SL kemudian ditahan di sel Mapolres Mamuju Tengah. Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WITA, seorang tahanan lainnya berteriak ke penjaga tahanan bahwa SL dalam kondisi lemas. Piket Reskrim Polres Mamuju Tengah kemudian membawa SL ke rumah sakit dalam kondisi sadarkan diri.
“Pukul 03.40 (WITA) si Salamah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit dan saat ini pihak Polres Mateng masih melakukan penyelidikan terkait adanya indikasi kekerasan sesama tahanan,” ujar Amri.
Dia menambahkan bahwa pihaknya juga telah memeriksa tahanan lain dan petugas piket jaga oleh Propam.
“Besok hasilnya baru keluar,” pungkas Amri.
Red









