Warga Tanjungsari Menangis, 52 Tahun Garap Lahan Kini Diklaim Orang Lain

- Jurnalis

Jumat, 18 Maret 2022 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga RT 3 Dusun IV Desa Malang Sari, Tanjungsari, Lamsel, Marsudi, Jumat (18/3/2022). Foto: Sulaiman

Warga RT 3 Dusun IV Desa Malang Sari, Tanjungsari, Lamsel, Marsudi, Jumat (18/3/2022). Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Selatan — Di tengah terik matahari sembari menangis, Marsudi, warga RT 3 Dusun IV Desa Malang Sari, Tanjungsari, Lampung Selatan mengeluh di depan anggota komisi III DPR RI, Taufik Basari, Jumat (18/3/2022).

Beralas terpal, puluhan warga Malangsari duduk bersila, mengharapkan dukungan dari para wakil rakyat, Kejari, dan Polres Lamsel atas dugaan pencurian tanah milik mereka.

Marsudi bercerita, pada tahun 1970 orang tua dari warga Malang Sari menggarap tanah di Register 40.

Pada tahun 1998, mereka meneruskan lahan ini kepada anak dan cucunya. Terhitung, 52 tahun berlalu hingga sekarang.

Baca Juga :  Hendry Kurniawan Pimpin PDBI Lampung Selatan, Siap Cetak Atlet Drum Band Nasional

“Kami ini orang miskin yang tidak tahu apa-apa, kami tidak tahu hukum. Kami di sini sejak 1998, mendirikan gubuk dari kayu sengon, atapnya dari ilalang,” ujarnya.

Berjalannya waktu setelah membangun pemukiman, warga diwajibkan membayar pajak. Sampai sekarang pun mereka tetap mematuhinya.

Tetapi sejak tahun 2019, ketentraman warga terusik. Tanah warga diklaim. Di atas sertifikat tanah itu tertulis nama orang lain, berinisial AM.

“Dari situ kami kerja nggak fokus, anak istri di rumah ketakutan,” ujarnya.

Pihaknya memohon dengan sangat kepada wakil rakyat di DPR RI untuk mendengar keluh kesah dan tangisan warga.

Baca Juga :  Radityo Egi Pratama Jabat Wakil Ketua Umum Aspeksindo, Perkuat Peran Lampung Selatan di Tingkat Nasional

“Mohon maaf saya sampai nangis karena hak saya dirampas!” tegasnya.

Mendengar keluhan ini, politisi dari partai NasDem, Taufik Basari (Tobas) langsung meminta kepada Kajari Lamsel Dwi Astuti Beniati dan Kapolres Lamsel AKBP Edwin, dan Kepala ATR/Lampung Selatan ATR/BPN Hotman Saragih, untuk meneliti masalah ini.

“Permasalahan mafia tanah ini di sini akan saya bawa ke rapat komisi di DPR RI. Saya akan duduk bersama seluruh instansi terkait untuk melakukan langkah selanjutnya,” kata dia. (*)

Red

Berita Terkait

Pimpin APINDO Lamsel, Fikry Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemerintah
Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional, Kantongi Insentif Rp2 Miliar dari Inovasi Pembiayaan Daerah
232 Peserta STQ Lampung Selatan Disaring Ketat, Siap Rebut Tiket ke MTQ Provinsi Lampung 2026
Halalbihalal Sumbagsel Satukan Tokoh Nasional, Bupati Egi Dorong Perantau Jadi Motor Kolaborasi Daerah
Hendry Kurniawan Pimpin PDBI Lampung Selatan, Siap Cetak Atlet Drum Band Nasional
Dilirik Kementan, Lampung Selatan Disiapkan Jadi Role Model Ekonomi Pertanian Nasional
Wabup Syaiful Resmikan Pembangunan Menara Siger Residence I, Dorong Akses Hunian Layak
Semangat Kartini di Era Digital, Pemkab Lampung Selatan Dorong Ibu Jadi Benteng Anak dari Ancaman Siber
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:20 WIB

Pimpin APINDO Lamsel, Fikry Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemerintah

Minggu, 26 April 2026 - 09:44 WIB

Creative Financing 2026: Lampung Selatan Raih Peringkat Kedua Nasional, Kantongi Insentif Rp2 Miliar dari Inovasi Pembiayaan Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 09:41 WIB

232 Peserta STQ Lampung Selatan Disaring Ketat, Siap Rebut Tiket ke MTQ Provinsi Lampung 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 09:39 WIB

Halalbihalal Sumbagsel Satukan Tokoh Nasional, Bupati Egi Dorong Perantau Jadi Motor Kolaborasi Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 19:54 WIB

Hendry Kurniawan Pimpin PDBI Lampung Selatan, Siap Cetak Atlet Drum Band Nasional

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Pimpin Apel Mingguan, Sulpakar Tekankan Budaya Disiplin ASN

Senin, 18 Mei 2026 - 19:29 WIB