Sedih! SDN Sukoharjo di Lampura hanya Dapat Tiga Siswa Baru

- Jurnalis

Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SDN Sukoharjo, Surakarta, Lampura. Foto: ist

Suasana SDN Sukoharjo, Surakarta, Lampura. Foto: ist

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Utara — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukoharjo, Abung Surakarta, Lampung Utara (Lampura) hanya menerima tiga murid pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Ketiga murid itu terdiri dari dua pelajar laki-laki bernama Reza Wijaya Radika dan Alif Agung Pratama, serta siswi perempuan, Putri Ayu Larasati.

Walau hanya tiga murid, namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilaksanakan.

Reza bahkan mengatakan dirinya semangat sekolah meski hanya belajar bersama dua siswa.

“Tapi sepi, inginnya ada banyak teman,” ujarnya, Senin (22/8/2022).

Wali kelas, Sofiatun, juga menyatakan dirinya berusaha tetap profesional untuk mencerdaskan siswa.

Baca Juga :  66 Capaska Lampura Digembleng Jelang HUT RI ke-81, Siap Emban Amanah Negara

“Kami kan hanya menjalankan tugas. Berapa pun murid yang datang tetap kami didik,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Sukoharjo Sri Sulastri menduga, minimnya siswa lantaran jumlah penduduk di sana hanya berkisar 700 Kartu Keluarga (KK).

“Selain itu, sekolah di sini banyak. Sebenarnya kondisi seperti ini sudah dari tahun-tahun sebelumnya terjadi, namun yang paling sedikit tahun ini,” ungkapnya.

Padahal, sebelum berlangsungnya tahapan PPDB pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Semisal, menyebar selebaran sampai memasang spanduk sampai mengumpulkan wali murid.

Baca Juga :  Jalan Penghubung Tiga Kecamatan Dibangun, Hamartoni: Ini Jalur Penggerak Ekonomi Masyarakat

Faktor lainnya menurut Sri, beredar isu di kalangan pelajar jika tersebut angker lantaran bersebelahan dengan pemakaman umum.

“Tapi, sebenarnya itu hanya isu yang tidak dapat dipastikan ketidakbenarannya,” tegasnya.

Kekurangan siswa tak hanya terjadi di kelas satu. Melainkan juga kelas lain. Kelas dua cuma 14 murid, kelas tiga (8), kelas empat (16), kelas lima (9), dan kelas enam (10).

Di sisi lain, kondisi fisik sekolah itu sangat memprihatinkan. Banyak dinding rusak dan plafon yang jebol. (*)

 

Red

Berita Terkait

66 Capaska Lampura Digembleng Jelang HUT RI ke-81, Siap Emban Amanah Negara
Menuju HPN-Porwanas 2027, PWI Lampura Mulai Susun Strategi dan Seleksi Atlet
FGD UMKO Serukan Kebangkitan Adat Lampung demi Lampura yang Bermartabat
Tangis Haru Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Lampura, Wabup Romli Sampaikan Duka untuk Tiga Jemaah Wafat
Lepas Ribuan Peserta Night Run, Bupati Hamartoni: Ini Momentum untuk Memperkuat Rasa Memiliki Daerah
Lokasi Penyambutan Jemaah Haji Lampura Berubah, Ini tempatnya!
Jalan Penghubung Tiga Kecamatan Dibangun, Hamartoni: Ini Jalur Penggerak Ekonomi Masyarakat
Kolaborasi Tangani Sampah, SPBU dan DLH Bergerak Bersihkan Kotabumi
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:39 WIB

66 Capaska Lampura Digembleng Jelang HUT RI ke-81, Siap Emban Amanah Negara

Senin, 22 Juni 2026 - 19:36 WIB

Menuju HPN-Porwanas 2027, PWI Lampura Mulai Susun Strategi dan Seleksi Atlet

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:02 WIB

FGD UMKO Serukan Kebangkitan Adat Lampung demi Lampura yang Bermartabat

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:37 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Lampura, Wabup Romli Sampaikan Duka untuk Tiga Jemaah Wafat

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:10 WIB

Lepas Ribuan Peserta Night Run, Bupati Hamartoni: Ini Momentum untuk Memperkuat Rasa Memiliki Daerah

Berita Terbaru