LampungCorner.com,Tubaba– Sejumlah warga Tiyuh (Desa) Kibang Mulya Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengungkapkan dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan sejumlah program desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Tiyuh (APBT) Tahun 2024.
Dugaan tersebut mencuat setelah warga mempertanyakan keberadaan 100 ekor kambing yang dianggarkan dalam program ketahanan pangan dengan nilai mencapai Rp.70 juta lebih. Namun, saat diminta menunjukan kambing-kambing tersebut, pihak Pemerintah Tiyuh diduga hanya menunjuk kambing milik warga, bukan hasil pengadaan resmi dari Dana Desa (DD).
“Katanya ada 100 ekor kambing untuk ketahanan pangan, tapi yang ditunjukkan itu kambing warga sendiri waktu Monev dari Kecamatan, kami heran,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi media pada Selasa, (08/07/2025)
Tak hanya itu, kecurigaan warga juga mengarah pada sejumlah program lainnya seperti, pengembangan sarana dan prasarana UMKM serta koperasi yang tercatat menelan anggaran sebesar Rp.20 juta. Program ini pun diduga fiktif karena tidak terlihat realisasinya di lapangan.
Selain dua program tersebut, sejumlah proyek fisik juga menjadi sorotan. Beberapa item kegiatan yang tercantum dalam APBT 2024 antara lain, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (drainase, gorong-gorong, slab culvert, dll) dengan total anggaran mencapai Rp.105.889.000, terdiri dari lima kegiatan terpisah.
Kemudian, terdapat pula Penyelenggaraan Posyandu senilai Rp.10.000.000. Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes dengan total Rp.6.600.000 dari dua kegiatan.
Namun, berdasarkan pantauan warga, beberapa proyek fisik belum jelas progres dan bentuk pelaksanaannya. Mereka mendesak agar pihak terkait, terutama Aparat Penegak Hukum (APH), segera turun tangan untuk melakukan audit dan investigasi menyeluruh atas pengelolaan DD.
“Kami hanya ingin DD digunakan sesuai peruntukan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Tiyuh Kibang Mulya Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ini. (Rian)










