LampungCorner.com,Tubaba – Warga Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, diresahkan dengan bau busuk menyengat dari air sumur bahkan udara dari parit yang diduga mengarah pada kebocoran limbah dari dapur milik MBG (Makan Bergizi Gratis), yang beroperasi di lingkungan pemukiman setempat.
Netilia, warga RK 2 yang terdampak, menuturkan bahwa bau tak sedap mulai tercium sejak dua pekan lalu. Dirinya bahkan sempat meminta bantuan Damkar Tubaba untuk menguras air sumurnya.
“Terciumnya bau yang busuk dari air sumur ini semenjak dari hari Sabtu sore dua pekan lalu. Dan hari Senin pekan kemarin, saya memutuskan untuk memanggil Damkar. Petugas damkar datang dan membantu menguras sumur. Mereka juga menyarankan untuk menaburkan kapur demi menetralisir bau, tapi hasilnya nihil. Setelah itu kami coba lagi pakai garam tetap tak ada perubahan,” ujar Netilia, saat dikonfirmasi media di kediamannya, Selasa (29/07/2025).
Tak tinggal diam, warga mencoba berbagai cara mulai dari pengurasan manual hingga penggunaan tawas dalam jumlah besar. Namun bau menyengat tetap tak hilang.
Puncaknya, pada Jumat lalu, warga melakukan penyelidikan kecil dengan mengambil sampel dari beberapa titik mata air. Hasilnya mengarah pada satu sumber air yang dekat dengan dapur MBG. Kecurigaan warga pun semakin kuat.
“Kami sempat mencoba mediasi dengan pemilik rumah yang menyewakan tempat dapur MBG. Tapi yang datang hanya pihak dapur itu, dan hanya mengambil sampel air. Tidak ada tindak lanjut hingga sekarang,” terangnya.
Karena merasa diabaikan, warga akhirnya melaporkan kasus ini ke Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana, berharap ada tindakan nyata. Mereka mendesak pihak MBG bertanggung jawab karena air adalah kebutuhan dasar kehidupan.
“Sumur ini kan sumber kehidupan di rumah kami, bahkan minum saja kami masak air sumur ini. Jadi tolong tanggung jawabnya, saat membuka dapur MBG ini saja tidak ada izin masyarakat sekitar, tiba-tiba beroperasi, bahkan limbah mereka juga masuk di Parit depan rumah kami sehingga juga mencemari udara bau busuk,” tuturnya.
Kepala Tiyuh Pulung Kencana, Hendrawan, membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan pencemaran sumur oleh limbah dapur MBG.
“Laporan sudah kami terima dan akan kami telusuri. Sejak awal dapur MBG beroperasi memang tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Tiyuh terkait pengelolaan limbahnya, padahal tiap hari menghasilkan sisa buangan. Kami akan koordinasikan dengan Camat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ungkapnya.
Sementara itu, Yolando, selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Barokah Permai Pulung Kencana yang menaungi dapur MBG, menjelaskan bahwa dapur itu mulai beroperasi sejak Maret 2025 lalu dan menyatakan pihaknya tidak lepas tangan atas keluhan warga.
Dia juga menyebutkan bahwa MBG sudah berencana pindah ke lokasi baru di depan SMPN 9 Pulung Kencana.
“Untuk pengelolaan limbah kami sudah dicek oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (Rian)
















