LampungCorner.com, TUBABA – Semangat dan sportivitas mewarnai Kejuaraan Karate Piala Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Adhyaksa ke-81 Tahun 2026. Kejuaraan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Tubaba Novriwan Jaya, di GOR ZA Pagar Alam, Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Minggu (6/9/2026).
Dalam sambutannya, Novriwan Jaya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berani tampil dan bertanding dalam kejuaraan tersebut.
Menurutnya, keberanian untuk turun ke arena dan mengikuti pertandingan merupakan sebuah pencapaian tersendiri. Karena itu, ia menilai seluruh peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut sebagai juara.
“Selamat kepada seluruh peserta yang pada hari ini mengikuti perlombaan karate dalam rangka Hari Lahir Adhyaksa ke-81. Kalian yang mengikuti perlombaan ini, bagi saya kalian semua adalah juara,” ujar Novriwan.
Ia menegaskan, sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai pemenang. Lebih dari itu, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses belajar, membangun mental, meningkatkan kedewasaan, sekaligus menempa karakter para atlet.
“Jadikan event ini sebagai proses belajar dan pendewasaan diri kita, bukan hanya untuk menjadi juara. Untuk menjadi juara, ada proses yang harus kita lewati,” katanya.
Novriwan berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu langkah dalam menemukan dan membina bibit-bibit atlet karate potensial dari Tubaba.
Ia optimistis, melalui kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan, akan lahir atlet-atlet daerah yang mampu membawa nama Kabupaten Tubaba bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Semoga dengan adanya kejuaraan karate ini dapat lahir atlet-atlet dari Tubaba yang bisa bersaing sampai event nasional maupun internasional,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tubaba, Didik Sudarmadi, mengatakan Kejuaraan Karate Piala Bupati Tubaba merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Adhyaksa ke-81.
Menurut Didik, karate bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan pukulan, maupun tendangan. Di balik kemampuan bertanding, terdapat nilai-nilai penting yang harus ditanamkan kepada setiap atlet, terutama kedisiplinan, rasa hormat, dan kemampuan mengendalikan diri.
“Karate bukan cuma soal siapa yang pukulannya paling kuat dan tendangannya paling cepat. Karate itu tentang disiplin, menghormati orang lain dan mengendalikan diri sendiri,” ujar Didik.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama mengikuti pertandingan.
Tak hanya itu, Didik meminta para wasit dan juri menjalankan tugas secara adil dan profesional agar kejuaraan tersebut benar-benar menjadi sarana pembelajaran bagi para atlet muda.
“Kepada para wasit dan juri, saya titipkan jalannya pertandingan ini. Pimpinlah dengan adil dan jujur agar anak-anak kita bisa belajar arti sebuah keadilan sejak dini,” pesannya.
Kejuaraan Karate Piala Bupati Tubaba diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus momentum untuk menjaring bibit-bibit atlet karate potensial.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para atlet tersebut diharapkan mampu berkembang dan mengharumkan nama Tubaba dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. (*)
















