LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Puluhan Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) unjuk rasa dan mendatangi lobi kantor rektorat, Senin (22/8/2022).
Layaknya aksi demo, mahasiswa membawa beberapa spanduk dengan beberapa tulisan.
Di antara tulisan itu, ‘Selamat Dilantik di KPK’ dan ‘Pejabat disuap, integritas lenyap, Unila dikorupsi’.
Demo juga diwarnai aksi tabur bunga di foto Rektor Prof Karomani, yang menjadi tersangka kasus suap PMB oleh KPK.
Pantauan wartawan media ini, mahasiswa lebih dulu rapat pada pukul 08.00 WIB di belakang gedung rektorat sebelum aksi.
Demo mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Unila itu mengusung tema ‘Rektor Korupsi, Demokrasi Dikebiri”.
Orator aksi, M Ikhsan Habibie, ada tujuh tuntutan sebagai bentuk kekecewaan atas terjadinya kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB).
Pertama, membuat satgas khusus tindak korupsi yang melibatkan mahasiswa.
Kedua, meminta kemendikbudristek menunjuk pelaksana tugas rektor di luar birokrat Universitas Lampung.
Ketiga, mengusut penggunaan dana dari lingkup terkecil termasuk pungutan liar (pungli).
Keempat, transparansi penggunaan seluruh dana di Unila secara terbuka.
Kelima, merevisi Peraturan Rektor No. 18 tahun 2021 tentang Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).
“Yakni mencabut pembekuan organisasi kemahasiswaan tingkat universitas dan fakultas,” ungkapnya.
Keenam, meminta kemendikbudristek segera memecat tidak hormat semua pejabat Unila, yang dinyatakan tersangka dalam kasus tersebut.
Ketujuh, semua pejabat berpotensi terlibat dan terindikasi anti terhadap gerakan mahasiswa, ditolak untuk menjadi kandidat pengisi jabatan strategis di Unila.
Ikhsan mengatakan aksi sebagai bentuk kekecewaan kepada universitas yang tidak membuka ruang dialog.
“Terutama terhadap tujuh tuntutan yang telah kami sampaikan sejak tadi malam (Minggu, 28/2022),” paparnya.
Dia menegaskan mahasiswa memberikan deadline 2 x 24 jam agar tuntutan mereka direalisasikan.
“Jika tidak, maka aliansi Unila akan menggelar aksi lebih besar dari ini,” ancamnya. (*)
Red















