Mahasiswa Unila Demo, Deadline Rektorat Dua Hari

- Jurnalis

Senin, 22 Agustus 2022 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa Unila berunjuk rasa di rektorat. Foto: Pandu

Puluhan mahasiswa Unila berunjuk rasa di rektorat. Foto: Pandu

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Puluhan Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) unjuk rasa dan mendatangi lobi kantor rektorat, Senin (22/8/2022).

Layaknya aksi demo, mahasiswa membawa beberapa spanduk dengan beberapa tulisan.

Di antara tulisan itu, ‘Selamat Dilantik di KPK’ dan ‘Pejabat disuap, integritas lenyap, Unila dikorupsi’.

Demo juga diwarnai aksi tabur bunga di foto Rektor Prof Karomani, yang menjadi tersangka kasus suap PMB oleh KPK.

Pantauan wartawan media ini, mahasiswa lebih dulu rapat pada pukul 08.00 WIB di belakang gedung rektorat sebelum aksi.

Demo mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Unila itu mengusung tema ‘Rektor Korupsi, Demokrasi Dikebiri”.

Baca Juga :  Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol

Orator aksi, M Ikhsan Habibie, ada tujuh tuntutan sebagai bentuk kekecewaan atas terjadinya kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB).

Pertama, membuat satgas khusus tindak korupsi yang melibatkan mahasiswa.

Kedua, meminta kemendikbudristek menunjuk pelaksana tugas rektor di luar birokrat Universitas Lampung.

Ketiga, mengusut penggunaan dana dari lingkup terkecil termasuk pungutan liar (pungli).

Keempat, transparansi penggunaan seluruh dana di Unila secara terbuka.

Kelima, merevisi Peraturan Rektor No. 18 tahun 2021 tentang Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

“Yakni mencabut pembekuan organisasi kemahasiswaan tingkat universitas dan fakultas,” ungkapnya.

Keenam, meminta kemendikbudristek segera memecat tidak hormat semua pejabat Unila, yang dinyatakan tersangka dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Nahas! Yamaha Xeon Hantam Pagar Trotoar, Pengendara Meninggal Dunia

Ketujuh, semua pejabat berpotensi terlibat dan terindikasi anti terhadap gerakan mahasiswa, ditolak untuk menjadi kandidat pengisi jabatan strategis di Unila.

Ikhsan mengatakan aksi sebagai bentuk kekecewaan kepada universitas yang tidak membuka ruang dialog.

“Terutama terhadap tujuh tuntutan yang telah kami sampaikan sejak tadi malam (Minggu, 28/2022),” paparnya.

Dia menegaskan mahasiswa memberikan deadline 2 x 24 jam agar tuntutan mereka direalisasikan.

“Jika tidak, maka aliansi Unila akan menggelar aksi lebih besar dari ini,” ancamnya. (*)

Red

Berita Terkait

Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara
Gerak Jalan Pramuka Ramaikan Pusat Kota Bandar Lampung, Polisi Siagakan 35 Personel
Trotoar Sultan Agung Ambrol, DPRD Temukan Spek Tak Sesuai hingga Material Bekas
Lihat Korban Kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Wakapolresta Bandar Lampung Turun Tangan Evakuasi
HIPMI CHAMPIONS CUP 2026 Digelar di GOR UIN, Perkuat Semangat Sportivitas Pelajar se-Lampung
Kabel Diduga Dicuri, Lampu PJU di Sejumlah Jalan Bandar Lampung Kerap Padam
Pemkot Bandar Lampung Hibahkan Land Cruiser Rp2,7 Miliar, Ini Alasannya
Konflik Agraria Puluhan Tahun Jadi Sorotan, Bupati Tubaba Hadiri Rakor Penyelesaian di Mapolda Lampung
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:49 WIB

Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Anggota DPRD Bandar Lampung Yunika Buka Suara

Sabtu, 19 September 2026 - 13:03 WIB

Gerak Jalan Pramuka Ramaikan Pusat Kota Bandar Lampung, Polisi Siagakan 35 Personel

Jumat, 18 September 2026 - 21:00 WIB

Trotoar Sultan Agung Ambrol, DPRD Temukan Spek Tak Sesuai hingga Material Bekas

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Lihat Korban Kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Wakapolresta Bandar Lampung Turun Tangan Evakuasi

Kamis, 17 September 2026 - 16:46 WIB

HIPMI CHAMPIONS CUP 2026 Digelar di GOR UIN, Perkuat Semangat Sportivitas Pelajar se-Lampung

Berita Terbaru