Pecah Kesibukan Bakauheni-Merak, ASDP Buka Rute Patimban-Panjang

- Jurnalis

Minggu, 13 Juni 2021 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Selatan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendukung pemerintah dalam menghubungkan lintasan penyeberangan strategis.

Saat ini ASDP telah melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat-Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Lampung sebanyak empat kali setiap bulan.

“Dengan mengoperasikan KMP Ferrindo 5 untuk mendongkrak perekonomian negeri melalui sektor logistik,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin, Sabtu (12/6/2021).

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun 2020, aktivitas di Pelabuhan Patimban terus berlangsung, termasuk aktivitas bongkar muat kendaraan.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan dan aktivitas di Pelabuhan Patimban.

ASDP berperan aktif untuk melayani logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban yang diharapkan mampu memberikan alternatif moda transportasi pendukung kelancaran distribusi logistik. Sekaligus mengurangi beban jalan raya dan kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok dan Marunda.

Selain Patimban-Panjang, ada juga rute Patimban-Pontianak 2 kali setiap bulan. Kemungkinan akan bertambah lintasan lainnya dalam waktu dekat ini.

Jadwal pelayaran Patimban-Panjang setiap hari Sabtu, Panjang-Patimban (Minggu), Patimban-Pontianak (Selasa) di minggu kedua dan keempat tiap bulannya, dan Pontianak- Patimban (Kamis) di minggu kedua dan keempat tiap bulannya.

Baca Juga :  General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

ASDP juga telah menghadirkan layanan penjualan tiket lintasan Patimban-Panjang-Pontianak melalui hotline WhatsApp 08111021191, sehingga pengguna jasa akan semakin mudah dan cepat.

“Potensi pengguna jasa dari dan ke Patimban ini cukup tinggi, bahkan untuk lintasan dari Patimban menuju Pelabuhan Panjang dan Pontianak mencatat tingkat keterisian muatan kapal yang terus meningkat tiap bulannya,” tutur Shelvy.
Shelvy menegaskan, lintasan Patimban-Panjang menjadi salah satu lokasi pengiriman unit kendaraan baru dari pabrik di Karawang menuju Sumatera.

Sedangkan untuk rute Patimban-Pontianak juga sudah terlihat peningkatan mitra logistik, yang terlihat dari banyaknya truk ekspedisi dari Jawa Tengah yang menyeberang melalui Patimban menuju Pontianak.

Adapun catchment area Patimban sangat potensial mengingat lokasinya terletak dekat dengan daerah atau bangkitan industri sehingga pasarnya sangat potensial.

Selain itu, Patimban juga berdekatan dengan area agrobisnis di Jawa Barat sehingga pengirman kebutuhan pokok khususnya menuju Kalimantan dapat lebih efektif dan efisien karena langsung dilayani dari Patimban.

Data KSOP Patimban menyebutkan hingga saat ini, Pelabuhan Patimban telah 59 kali melayani angkutan kendaraan.

Baca Juga :  Antrean BPJS Jadi Sorotan Prabowo, Rumah Sakit Diminta Tak Tebang Pilih

Pada bulan Mei penumpang naik tercatat sebanyak 202 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 350 unit dan penumpang turun sebanyak 172 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 111 unit.

KMP Ferrindo 5 sudah melayani Panjang—Patimban dari semula 20 hari sekali menjadi satu minggu sekali. Adapun volume ruang kargo yang terisi di kapal tersebut terus meningkat rata-rata sekitar 2 persen per minggunya.

ASDP optimistis bahwa hingga akhir tahun ini, volume keterisian kargo bisa mencapai target maksimal jika tren positif ini terus berlanjut.

“Harapannya, truk-truk besar yang seharusnya lewat Bakauheni kemudian ke Merak lalu ke Jakarta itu bisa kita pecah di Panjang kemudian langsung ke Patimban,” tutur Shelvy.

Ia menambahkan, dengan geliat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Patimban diharapkan dapat memberi dampak positif dari perekonomian terhadap masyarakat sekitar.

“Dengan hadirnya layanan penyeberangan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan sektor lainnya seperti industri dan perdagangan di wilayah Provinsi Jawa Barat, Lampung dan sekitarnya,” tandas Shelvy. (*)

Berita Terkait

Tindak 17.597 WNA Pelanggar Aturan hingga September 2026, Ditjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
PNBP Imigrasi Tembus Rp8,68 Triliun: Pundi Kas Negara Melimpah, Pengawasan WNA dan Mutu Layanan Tak Boleh Kendor
PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi
Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern
Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun
Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Tindak 17.597 WNA Pelanggar Aturan hingga September 2026, Ditjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:37 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp8,68 Triliun: Pundi Kas Negara Melimpah, Pengawasan WNA dan Mutu Layanan Tak Boleh Kendor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Berita Terbaru