LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Utara — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukoharjo, Abung Surakarta, Lampung Utara (Lampura) hanya menerima tiga murid pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.
Ketiga murid itu terdiri dari dua pelajar laki-laki bernama Reza Wijaya Radika dan Alif Agung Pratama, serta siswi perempuan, Putri Ayu Larasati.
Walau hanya tiga murid, namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilaksanakan.
Reza bahkan mengatakan dirinya semangat sekolah meski hanya belajar bersama dua siswa.
“Tapi sepi, inginnya ada banyak teman,” ujarnya, Senin (22/8/2022).
Wali kelas, Sofiatun, juga menyatakan dirinya berusaha tetap profesional untuk mencerdaskan siswa.
“Kami kan hanya menjalankan tugas. Berapa pun murid yang datang tetap kami didik,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Sukoharjo Sri Sulastri menduga, minimnya siswa lantaran jumlah penduduk di sana hanya berkisar 700 Kartu Keluarga (KK).
“Selain itu, sekolah di sini banyak. Sebenarnya kondisi seperti ini sudah dari tahun-tahun sebelumnya terjadi, namun yang paling sedikit tahun ini,” ungkapnya.
Padahal, sebelum berlangsungnya tahapan PPDB pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Semisal, menyebar selebaran sampai memasang spanduk sampai mengumpulkan wali murid.
Faktor lainnya menurut Sri, beredar isu di kalangan pelajar jika tersebut angker lantaran bersebelahan dengan pemakaman umum.
“Tapi, sebenarnya itu hanya isu yang tidak dapat dipastikan ketidakbenarannya,” tegasnya.
Kekurangan siswa tak hanya terjadi di kelas satu. Melainkan juga kelas lain. Kelas dua cuma 14 murid, kelas tiga (8), kelas empat (16), kelas lima (9), dan kelas enam (10).
Di sisi lain, kondisi fisik sekolah itu sangat memprihatinkan. Banyak dinding rusak dan plafon yang jebol. (*)
Red















