LampungCorner.com, PESAWARAN – Kepedulian terhadap kesehatan anak ditunjukkan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, bersama Ketua TP-PKK Pesawaran, Cindy Aria Anton, yang menyambangi RSUD Abdoel Moeloek (RSUDAM).
Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kondisi Muhammad Aefudin, balita berusia 2 tahun 6 bulan asal Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang tengah dirawat intensif akibat gizi buruk tipe kwashiorkor disertai anemia, kecacingan, tuberkulosis (TBC), dan penyakit kuning.
Saat ini, Aefudin dalam pengawasan ketat tim medis RSUDAM dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Dalam kunjungan tersebut, Anton menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin akses pelayanan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang mengalami kondisi serius.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus memastikan setiap warga, khususnya anak-anak, memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga benar-benar pulih,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para orang tua lebih peduli terhadap asupan gizi serta pemeriksaan kesehatan anak secara rutin, sekaligus mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok di sekitar anak.
“Kesehatan anak adalah tanggung jawab keluarga. Pemerintah siap mendampingi, tapi peran aktif orang tua sangat menentukan,” tegasnya.
Menurut data Dinas Kesehatan Pesawaran, Aefudin sudah dipantau sejak usia 14 bulan. Meski sempat masuk dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal dan menunjukkan perkembangan positif, namun pasien tidak lagi aktif mengikuti Posyandu sejak awal 2025.
Pada April 2025, kondisinya memburuk hingga harus dirujuk ke RSUD Pesawaran. Setelah sempat dipulangkan dengan catatan kontrol bulanan, Aefudin kembali absen pada Juni–Juli 2025. Akibatnya, kondisi kian parah dan akhirnya pada 26 Agustus 2025, ia dirujuk ke RSUDAM menggunakan ambulans desa. Seluruh biaya perawatan kini ditanggung melalui BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran).
Selain layanan kesehatan, keluarga Aefudin juga tercatat sebagai penerima berbagai bantuan sosial pemerintah, seperti BPNT, PKH, dan BPJS PBI aktif.
Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran, dr. Media Apriliana, menegaskan bahwa penanganan terhadap Aefudin sudah dilakukan sesuai standar.
“Sejak awal kondisi pasien dipantau melalui Posyandu dan intervensi PMT telah diberikan. Namun, keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada keterlibatan orang tua dalam kontrol rutin,” jelasnya.
Wabup Anton juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan seluruh jajaran Puskesmas agar lebih proaktif mendekati masyarakat.
“Jika warga tidak datang ke fasilitas kesehatan, maka petugas harus hadir langsung di lapangan. Pemerintah ada untuk melayani, memastikan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan berkualitas,” pungkasnya. (*)
Editor: Furkon Ari
















