Wagub Jihan Akui Penanganan Konflik Manusia-Satwa Belum Maksimal

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Wakil Gubernur Jihan Nurlela Laksanakan Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Konflik Manusia-Satwa Liar di Ruang Rapat Sakai Sambaian, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (13/08/2025).

Wakil Gubernur mengakui forum koordinasi penanggulangan konflik manusia–satwa liar di provinsi lampung belum berjalan optimal.

Ia mendorong perombakan keanggotaan tim, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, serta langkah mitigasi jangka panjang.

“Forum koordinasi ini belum maksimal. SK Tim Koordinasi Penanganan Konflik Manusia-Satwa Liar yang dibentuk sejak 2021 perlu diverifikasi ulang. Anggotanya harus diperluas, termasuk melibatkan bupati/wali kota, media, dan akademisi,” ujar Jihan Nurlela.

Rakor tersebut membahas strategi penanganan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah dan harimau sumatera, yang dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi signifikan.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Lampung, pada 2024–2025 di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercatat delapan insiden konflik harimau sumatera yang mengakibatkan tujuh korban jiwa.

Baca Juga :  Ekonomi Naik, PHK Masih Menghantui, DPRD Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat

Sementara di Kabupaten Lampung Timur, pada Juni 2025 sekelompok gajah memasuki perkebunan warga di perbatasan Desa Braja Asri dan Braja Sakti, menimbulkan kerugian materi besar.

Dalam catatan sepuluh tahun terakhir, konflik manusia-gajah di Way Kambas rata-rata terjadi 185 kali per tahun di 13 desa terdampak, sedangkan di Bukit Barisan Selatan rata-rata 53 kejadian per tahun di 12 desa.

Konflik manusia-harimau rata-rata terjadi 22 kali per tahun di 14 desa, mengakibatkan kehilangan 192 ekor ternak dan korban jiwa manusia.

Menurut Jihan, kurang optimalnya forum koordinasi membuat penanganan konflik sering terhambat. Ia menekankan perlunya penelitian rutin oleh akademisi untuk memantau dinamika populasi satwa liar dan kondisi habitatnya sebagai dasar kebijakan.

Selain itu, penyusunan SOP penanganan konflik dinilai mendesak untuk menghindari saling lempar tanggung jawab antarinstansi.

Baca Juga :  Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Wali Kota Eva Dwiana Nyatakan Dukungan Penuh

“Siapa yang bertanggung jawab dan apa yang dikerjakan harus jelas, sehingga mitigasi penanganan konflik bisa berjalan efektif,” tegasnya.

Langkah mitigasi jangka panjang yang diusulkan antara lain pemetaan wilayah rawan, pemasangan tanda peringatan, pengawasan titik-titik hotspot, dan pembagian wilayah kerja antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Dukungan anggaran serta keterlibatan mitra terkait menjadi kunci keberhasilan penanganan ini,” tambahnya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Hifzon Zawahiri, menambahkan berkurangnya pakan alami mendorong satwa keluar kawasan.

“Kemungkinan besar pakan satwa yang ada semakin berkurang. Untuk menyelesaikan permasalahan pakan, kita ada masukan solusi kalau babi, terutama babi hutan, akan kita masukkan ke dalam kawasan karena itu pakan yang paling efektif dan berkembang biak cepat,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Persiapan Lomba Pingpong di SKB Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Lapor Polisi
Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat
PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Persiapan Lomba Pingpong di SKB Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Lapor Polisi

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Dukung HPN dan Porwanas 2027, Rycko Menoza Optimistis Ekonomi Lampung Bergeliat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:51 WIB

PWI Lampung Bidik Tri Sukses Porwanas dan HPN 2027, Dongkrak Prestasi hingga Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Berita Terbaru

Kantor pemkab Lampura. Foto dok

BREAKING NEWS

Ukom Pejabat Eselon II Lampura Dimulai, 11 Jabatan Masih Kosong

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:03 WIB

NASIONAL

DPR Setujui 11 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:37 WIB