LAMPUNGCORNER.COM, Bank Indonesia memprediksi tingkat inflasi akan terkendali di kisaran 3 persen plus minus 1 persen di sepanjang 2022. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan secara keseluruhan inflasi di sepanjang tahun ini cenderung akan rendah.
“Kami memandang inflasi secara keseluruhan 2022 masih tetap terkendali dalam kisaran 3 persen plus minus 1 persen. Inflasi IHK ini masih rendah,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/2).
Menurut Perry, ada empat pertimbangan yang mendasari inflasi 2022 diproyeksi masih rendah. Pertama, meski terjadi kenaikan permintaan, namun Perry mengatakan hal tersebut masih dapat dipenuhi dari kapasitas produksi nasional.
Dengan kata lain, output gap masih cenderung negatif. Itu artinya kenaikan permintaan masih berada di bawah kapasitas produksi nasional. Ini yang akan membuat inflasi inti masih akan tetap rendah.
Kedua, ekspektasi inflasi terus terjaga. Perry mengakui bahwa sudah terjadi peningkatan inflasi di beberapa waktu terakhir. Namun levelnya masih rendah. Ketiga, nilai tukar rupiah tetap stabil. Meskipun harga komoditas internasional terpantau naik, namun kenaikan itu tidak diteruskan kepada harga-harga di domestik.
Keempat, terjadi kombinasi yang harmonis antara BI, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan harga-harga tetap stabil khususnya harga makanan. Perry mengatakan, tingkat inflasi yang masih rendah inilah yang menjadi dasar keputusan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di 3,5 persen.
“BI akan tetap mempertahankan suku bunga rendah sampai ada kenaikan inflasi yang fundamental,” tandasnya.
Red














