LAMPUNGCORNER.COM, Program Kartu Prakerja telah berjalan selama dua tahun sejak diluncurkan pada 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program tersebut memberikan dampak positif terhadap ekosistem digital baru.
“Program Kartu Prakerja didorong untuk mengikuti ekosistem kemitraan yang bersifat digital saat ini. Sebelumnya, ekosistem pasar ini berserakan, tidak terkumpul dalam sebuah ekosistem,” kata Airlangga dalam webinar Dampak Kartu Prakerja sebagai Program Pemulihan COVID-19, Rabu (9/2).
Hingga saat ini, Kartu Prakerja menjadi wadah 180 lembaga pelatihan yang menyediakan 700 pelatihan, 6 platform digital (marketplace), 5 mitra pembayaran, 4 job platform, 5 lembaga penilai, dan 3 lembaga pemantau.
Terdapat 11,4 juta penerima Kartu Prakerja yang berasal dari 514 kabupaten dan kota. Peserta penerima kartu ini beragam, dari lulusan SD hingga sarjana, dari penyandang disabilitas hingga pekerja migran Indonesia.
“Untuk pertama kalinya, purna migran disentuh dengan program pelatihan sehingga mereka bisa masuk ke pasar tenaga kerja (job market),” ujarnya.
Menurut Menko, Kartu Prakerja ini menjadi sukses terkait kegiatan Presidensi G20 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”.
“Ini menjadi bagian daripada program agar tidak ada yang tertinggal dalam perlindungan sosial dan dampak akibat pandemi yang terjadi dalam kurun dua tahun,” ucapnya.
Pelaksanaan Kartu Prakerja fokus menjadi semi Bantuan Sosial (bansos) dan bagian dari program perlindungan sosial. Pemerintah mengalokasikan dana anggaran sebesar Rp 11 triliun tahun ini.
Penerapan Kartu Prakerja menggunakan skema Public Private Partnership. “Kartu Prakerja adalah bentuk inovasi dalam pelayanan publik untuk menyalurkan bantuan program secara masif, kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Red














