5 Mitos seputar Demam pada Anak dan Faktanya

- Jurnalis

Kamis, 24 Februari 2022 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak demam dikompres. Foto: Shutterstock.

Ilustrasi anak demam dikompres. Foto: Shutterstock.

LAMPUNGCORNER.COM, Saat anak demam, beberapa orang tua bisa jadi panik berlebihan. Tak jarang, hal itu membuat orang tua memberikan obat berlebihan.

Padahal, hal tersebut belum tentu tepat, mengingat demam yang biasa muncul sebagian besar tidak memerlukan perawatan khusus.

Ya Moms, perlu diketahui demam merupakan hal umum serta bagian dari tumbuh kembang anak, karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Sehingga, bila ia terpapar bakteri, virus maupun zat yang dianggap asing oleh tubuh, maka akan lebih mungkin membuat anak alami demam.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), demam anak tidak selalu berarti buruk. Faktanya, kondisi tersebut merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan anak sedang melawan infeksi. Selain itu dilansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tingginya demam tidak selalu menandakan beratnya penyakit. Contoh kasus yang menyebabkan anak demam antara lain anak baru mendapat imunisasi, paparan berlebihan dari sinar matahari, maupun terinfeksi bakteri atau virus.

Nah Moms, agar orang tua bisa lebih bijak saat menangani anak demam, yuk, pahami beberapa mitos dan faktanya berikut ini.

Beberapa Mitos soal Demam pada Anak

1. Anak demam harus pakai baju tebal agar keringatan

Memakaikan pakaian tebal dan selimut saat anak sedang demam tinggi dengan alasan agar anak berkeringat dan suhu tubuhnya menurun tidak tepat alias mitos ya, Moms. Hal tersebut sebaiknya dihindari karena justru bisa semakin meningkatkan suhu tubuh. Sebaliknya beri pakaian tipis dan ringan, serta menjaga suhu ruangan tetap nyaman buat anak.

Baca Juga :  Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

2. Anak demam tidak boleh menggunakan AC

Tidak boleh menggunakan AC saat anak demam hanyalah mitos. Sebab faktanya, si kecil boleh-boleh saja tidur dengan AC menyala saat demam.

Ya Moms, demam bisa membuat anak kepanasan, banyak berkeringat, dan sulit untuk tidur, sehingga menyalakan AC bisa membuat ruangan menjadi lebih sejuk. Namun pastikan suhunya tidak terlalu dingin dan embusan angin dari AC tidak mengarah langsung ke anak.

3. Anak demam dikompres air dingin

Saat anak demam, sebaiknya kompres dengan air hangat, bukan air dingin. Kompres air hangat adalah cara yang tepat untuk meredakan demam pada anak.

Air hangat dapat membuka pori-pori, sehingga panas pada tubuh bisa keluar lewat pori-pori tersebut. Penggunaan air hangat juga berguna untuk merangsang tubuh agar menurunkan kontrol pengatur suhu tubuh lagi.

4. Anak demam pertanda akan pintar

Demam merupakan pertanda ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh. Jadi, anak demam pertanda pintar, hanya mitos ya, Moms. Meski begitu, demam tidak selalu menjadi pertanda terjadi sesuatu bahaya pada anak.

Untuk itu penting sekali orang tua dapat mengenali penyebab anak demam yang bisa dipicu oleh infeksi virus atau bakteri, aktivitas anak yang berlebih, kelelahan, terlalu banyak stimulasi, kurang minum, atau efek pasca imunisasi.

5. Anak demam berkeringat banyak pertanda buruk

Demam merupakan mekanisme tubuh terhadap rangsangan dari luar maupun dalam tubuh. Saat anak demam, itu pertanda sistem kekebalan tubuhnya sedang melawan infeksi atau penyakit. Bila saat demam anak berkeringat, itu adalah pertanda baik.

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2

Nah Moms, berkeringat adalah salah satu cara tubuh untuk menurunkan suhu secara alami. Jadi, anak berkeringat saat demam adalah pertanda buruk, hanya mitos, ya.

Sebab, berkeringat saat demam justru pertanda tubuh seseorang sedang berusaha untuk mengembalikan suhu normal, supaya fungsi organ tetap baik.

Saat kondisi badan sudah berkeringat, penting untuk memastikan tubuh si kecil cukup terhidrasi. Pasalnya, demam dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan akibat keluarnya keringat yang berlebihan.

Satu-satunya cara untuk mencegah dehidrasi akibat demam adalah dengan mengisi kembali cairan tubuh yang hilang. Jaga cairan tubuh juga bisa dioptimalkan dengan minuman isotonik elektronik seperti Pocari Sweat saat sedang demam.

Manfaat Larutan Isotonik Elektrolit saat Demam

Pocari Sweat sebagai minuman isotonik elektrolit mengandung ION yang penting bagi tubuh dan cepat diserap tubuh. Minuman isotonik elektrolit ini lebih ampuh dari air mineral, karena air mineral hanya mengandung ION dengan jumlah yang sangat kecil. Mengingat tubuh manusia tidak dapat memproduksi ION sendiri, sehingga harus mendapat asupan dari luar untuk menjaga keseimbangan ION dalam tubuh.

Memberikan Pocari Sweat pada anak saat demam adalah cara yang tepat untuk menjaga cairan tubuh sehingga mengurangi resiko dehidrasi yang dapat memperparah kondisi si kecil seperti mengalami penurunan kesadaran dan akan berakhir dengan koma.

Jadi bila Anak demam, jangan lupa penuhi asupan cairannya ya Moms!

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru