LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying atau perundungan terus diperkuat. Polres Lampung Utara (Lampura) menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan guna menyatukan langkah dalam mencegah kasus bullying di lingkungan sekolah, Jumat (17/7/2026).
Rapat yang berlangsung di Mapolres Lampura itu dipimpin Wakapolres Kompol Yohanis, mewakili Kapolres AKBP Deddy Kurniawan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas AKP A. Damanhuri, Kasi Humas IPTU Herawati. Kemudian, dari Disdik Lampura yang hadir Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Syahrir Ependi, Kabid Pembinaan SD Opi Riyansyah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK, Ketua MKKS SMP, serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) tingkat SD.
Mewakili Kapolres, Kompol Yohanis mengatakan rapat koordinasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk perundungan.
Menurutnya, bullying merupakan persoalan yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari sekolah, orang tua, hingga aparat penegak hukum.
“Bullying merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, Polres Lampura mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak sekolah, untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pembinaan karakter, serta pengawasan terhadap peserta didik,” ujar Kompol Yohanis.
Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah strategis turut dibahas, mulai dari memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian, mengoptimalkan peran guru serta wali kelas dalam mendeteksi potensi perundungan sejak dini, hingga memberikan edukasi kepada siswa mengenai dampak hukum maupun psikologis dari tindakan bullying.
Selain itu, Polres Lampura juga mendorong setiap satuan pendidikan untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menciptakan ruang belajar yang inklusif agar seluruh peserta didik merasa aman dan nyaman selama mengikuti proses pembelajaran.
Kompol Yohanis menegaskan, Polres Lampura siap mendukung berbagai program pencegahan bullying melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang dilaksanakan Satuan Binmas maupun Bhabinkamtibmas di sekolah-sekolah.
“Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian, Disdik, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda,” tutupnya. (*)
















